Kades Baru Dua Desa di Sinjai Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

Dua desa di Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai, memasuki fase baru setelah kepala desa pengganti antarwaktu dilantik, dengan penguatan pelayanan, administrasi, pengelolaan keuangan, dan pelibatan masyarakat menjadi perhatian dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

SINJAI – Pemerintahan Desa Samaturue dan Desa Saotengah memasuki babak baru setelah dua Kepala Desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW) resmi dilantik di Kecamatan Tellulimpoe, Rabu (23/9/2026). Kepemimpinan baru di kedua desa tersebut diarahkan untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

Musliati dilantik sebagai Kades Samaturue, sedangkan Makmur Mappi dilantik sebagai Kades Saotengah. Pelantikan keduanya berlangsung di kantor desa masing-masing setelah jabatan kepala desa sebelumnya kosong akibat meninggal dunia saat masih menjabat.

Bagi Samaturue, pelantikan tersebut mengakhiri kekosongan jabatan kepala desa yang telah berlangsung sejak Maret 2025. Selama masa transisi, penjabat kepala desa menjalankan pelayanan publik, pengelolaan anggaran, serta memfasilitasi tahapan pemilihan kepala desa antarwaktu.

Bupati Sinjai Ratnawati mengatakan keberlanjutan pemerintahan desa harus menjadi perhatian setelah pergantian kepemimpinan. Sebagaimana diberitakan Fajar, Kamis, (24/09/2026), ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhambat akibat kekosongan jabatan.

“Bekerjalah secara sungguh-sungguh dan hadir untuk seluruh warga tanpa memandang perbedaan dukungan saat pemilihan. Jadikan kantor desa sebagai tempat warga memperoleh pelayanan yang baik dan merasa dihargai,” pesannya.

Penguatan pemerintahan desa juga menjadi bagian penting setelah proses pemilihan PAW selesai. Ratnawati meminta Kades yang baru mempertahankan capaian yang telah ada, memperbaiki tata kelola pemerintahan, serta memastikan administrasi, pengelolaan keuangan dan aset desa, serta transparansi berjalan dengan baik.

Keterlibatan masyarakat juga diminta tetap menjadi bagian dari proses pemerintahan di kedua desa. Masyarakat didorong terlibat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan melalui musyawarah desa serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Sebelumnya, pemilihan Kades PAW Samaturue telah dilaksanakan melalui musyawarah desa pada 20 Agustus 2026. Proses tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengisian jabatan yang kosong sebelum Musliati dilantik sebagai Kades.

“Pemilihan Kepala Desa Antar waktu di Samaturue telah dilaksanakan melalui musyawarah desa pada 20 Agustus 2026. Proses yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan ini patut kita hormati hasilnya,” katanya.

Ratnawati juga meminta pemerintahan desa menyelaraskan visi dan misi Kades dengan arah pembangunan desa. Pemerintah Desa diminta melakukan review Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan membahas program pembangunan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa.

“Pastikan setiap program berdasarkan kebutuhan nyata warga serta sejalan dengan arah kebijakan prioritas Kabupaten Sinjai. Tentukan pula desa tematik yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing,” tegasnya.

Selain perencanaan, pelaksanaan pembangunan diminta tetap mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan serta menghindari penyalahgunaan kewenangan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kepemimpinan baru tidak hanya melanjutkan pelayanan, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan desa.

Ratnawati juga mengenang Palewai dan Hariyanto, dua mantan Kades Samaturue dan Saotengah yang meninggal dunia ketika masih menjabat. Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, ia menyampaikan penghargaan atas pengabdian keduanya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sinjai, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas pengabdian almarhum, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, segala khilafnya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan,” ujar Ratnawati.

Dalam proses pengisian jabatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai juga mengapresiasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), BPD Desa Samaturue, serta panitia pemilihan yang terlibat dalam tahapan Pilkades PAW.

Setelah kepemimpinan baru terbentuk, keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan di Samaturue serta Saotengah akan bergantung pada pelaksanaan pelayanan, tata kelola administrasi, pengelolaan keuangan dan aset, serta keterlibatan masyarakat dalam menentukan program desa. Ratnawati berharap warga kedua desa memberikan dukungan agar pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Keberhasilan kepemimpinan di Desa Samaturue dan Saotengah sangat bergantung pada dukungan aktif seluruh masyarakat. Mari sama-sama kita dukung Kepala Desa yang baru dalam membangun Samaturue,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

MBG Jadi Peluang Desa Hidupkan Kembali Pangan Lokal

PDF đź“„Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat membuka ruang bagi masyarakat perdesaan untuk mengembangkan …

Jembatan Kayu Rusak, Warga Dua Desa Pamekasan Bergerak

PDF đź“„Akses antara Desa Palengaan Daya dan Desa Palengaan Laok, Pamekasan, diperkuat warga melalui pembangunan …

Usaha Warga hingga Sanitasi Jadi Bahasan Rembug Desa Mekarjaya

PDF đź“„Desa Mekarjaya mulai memetakan kebutuhan pembangunan dari tingkat dusun melalui rembug warga yang menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *