Sekitar 50 warga bersama TNI, Polri, dan pemerintah desa membersihkan sampah serta material sisa banjir di bawah Jembatan Pura Sungai Tiri untuk menjaga kelancaran aliran sungai dan mengurangi risiko sumbatan saat hujan kembali turun.
LUMAJANG – Pembersihan tumpukan sampah dan material sisa banjir di bawah Jembatan Pura Sungai Tiri menjadi langkah warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, untuk mengurangi risiko tersumbatnya aliran sungai saat hujan kembali turun. Upaya pemulihan lingkungan tersebut dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan sekitar 50 warga bersama personel TNI, Polri, dan pemerintah desa pada Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan berlangsung di Dusun Tempurejo RT 002 RW 001, tepatnya di bawah Jembatan Pura Sungai Tiri. Personel Komando Rayon Militer (Koramil) 0821-18/Tempursari, Kepolisian Sektor (Polsek) Tempursari, Kepala Desa Tempurejo, Kepala Dusun Tempurejo, serta masyarakat setempat bergotong royong mengangkat sampah dan material yang terbawa arus banjir.
Pembersihan kawasan bawah jembatan menjadi perhatian karena tumpukan sampah berpotensi menghambat aliran air. Jika tidak segera ditangani, material yang tertahan dapat memperburuk kondisi sungai ketika debit air meningkat akibat hujan.
Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, turut mendukung pemulihan lingkungan di wilayah binaan. Peran aparat kewilayahan dinilai perlu berjalan beriringan dengan partisipasi masyarakat agar penanganan dampak banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah.
Peltu Dwi Hasim As’ari mengatakan, kolaborasi berbagai unsur menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memulihkan kondisi lingkungan setelah banjir.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, merupakan wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat terlihat dalam aksi nyata membantu pemulihan lingkungan pascabanjir. Selain meringankan pekerjaan, kebersamaan itu juga mempererat hubungan serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Pendim 0821, Sabtu (7/11/2026).
Selain membersihkan material sisa banjir, kegiatan tersebut diharapkan mendorong warga lebih peduli terhadap kebersihan sungai. Kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan secara bersama-sama menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko gangguan aliran air serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan banjir berikutnya. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara