Baru 85 KDMP Beroperasi, Bojonegoro Perkuat Kompetensi Pengurus Koperasi

Bojonegoro telah membangun 396 gedung KDMP dari 430 desa dan kelurahan, tetapi baru 85 koperasi beroperasi sehingga peningkatan kapasitas pengurus dan penguatan tata kelola menjadi prioritas pemerintah daerah.

BOJONEGORO – Sebanyak 396 gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah dibangun di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), dari total 430 desa dan kelurahan. Namun, hingga kini baru 85 KDMP yang beroperasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kapasitas pengurus dan memperkuat tata kelola koperasi agar pembangunan fisik dapat diikuti dengan aktivitas usaha yang produktif.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Bojonegoro terus mengintensifkan pembinaan terhadap pengurus KDMP. Langkah tersebut dilakukan melalui pelatihan, bimbingan teknis, hingga sertifikasi untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan koperasi.

Kepala Disdagkop UM Bojonegoro, Moh. Akhmadi, mengatakan peningkatan kompetensi pengurus menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pengelolaan keuangan koperasi berjalan sesuai ketentuan.

“Peningkatan kapasitas pengurus KDMP terus dilakukan termasuk mengadakan sertifikasi bagi bendahara koperasi,” kata Akhmadi, Sabtu, sebagaimana diberitakan Antara (tanggal publikasi tidak tercantum dalam naskah sumber).

Menurut Akhmadi, pembinaan tidak hanya menyasar bendahara, tetapi juga ketua dan sekretaris koperasi. Disdagkop UM telah beberapa kali menyelenggarakan bimbingan teknis untuk meningkatkan pemahaman pengurus mengenai tata kelola kelembagaan dan operasional KDMP.

Selain pembinaan langsung, pemerintah daerah juga menjalin koordinasi dengan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Koperasi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk membahas kondisi serta perkembangan pengelolaan KDMP di Bojonegoro.

Upaya pembinaan tersebut turut diikuti capaian positif di tingkat provinsi. Saat peringatan Hari Koperasi tingkat Jatim, KDMP Bojonegoro berhasil masuk dalam 10 besar koperasi terbaik.

Di balik capaian pembangunan infrastruktur koperasi, masih terdapat pekerjaan untuk meningkatkan jumlah KDMP yang benar-benar menjalankan kegiatan usaha.

Dari 396 gedung yang telah dibangun, baru 85 KDMP yang beroperasi. Sementara itu, sebanyak 378 manager telah ditugaskan Agrinas untuk mengelola KDMP di wilayah tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan dan kesiapan pengelola menjadi bagian penting dalam mendorong operasionalisasi koperasi. Keberadaan gedung dan tenaga pengelola perlu diikuti dengan kemampuan menjalankan usaha, mengelola keuangan, serta mengembangkan potensi ekonomi masing-masing desa.

Akhmadi berharap program KDMP sebagai program nasional dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan ruang bagi pengurus lokal yang telah berkontribusi sejak tahap awal pembentukan koperasi.

“Harapannya KDMP yang menjadi program nasional ini berjalan baik sesuai ketentuan dan tentunya memperhatikan pengurus KDMP yang telah berupaya mendirikan sejak awal,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi KDMP Bojonegoro, Sugianto, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dalam mendorong perkembangan koperasi di wilayah tersebut.

Menurutnya, dukungan itu diwujudkan melalui pelatihan pengurus, rapat koordinasi bersama asosiasi, serta berbagai upaya lain untuk memperkuat kelembagaan KDMP.

Ia menilai keterlibatan pengurus koperasi tetap diperlukan meskipun Agrinas mendapatkan tugas sebagai pengelola KDMP.

Keberadaan pengurus lokal dinilai penting karena mereka memiliki pemahaman mengenai kondisi masyarakat dan potensi ekonomi di masing-masing desa.

“Pengurus KDMP bersama pengawas juga harus berperan aktif meningkatkan perekonomian masyarakat lokal sesuai potensi desanya masing-masing,” katanya.

Sugianto, yang akrab disapa Yanto, menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak cukup diukur dari jumlah gedung yang dibangun. Peran pengurus dan pengawas dalam mengembangkan usaha serta mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat juga menjadi faktor penting.

Dengan dukungan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan keterlibatan aktif pengurus lokal, KDMP di Bojonegoro diharapkan semakin banyak beroperasi. Optimalisasi koperasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperkuat perekonomian desa, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Kotak Kosong Tak Terelakkan, 35 Suara Tercatat di Pilkel Desa Tojan

PDF 📄 I Wayan Suastawan unggul sementara dalam Pilkel Desa Tojan, Klungkung, dengan kotak kosong …

Anggaran Desa Menyusut, BUMDes Kotim Dibidik Jadi Sumber PADes

PDF 📄KOTAWARINGIN TIMUR – Keterbatasan anggaran akibat pemangkasan Dana Desa (DD) mendorong pemerintah desa di …

157 Desa Kreatif Trenggalek Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

PDF 📄TRENGGALEK – Sebanyak 157 desa kreatif di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), didorong menjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *