VIETNAM – Keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga warisan alam dan budaya mengantarkan Dataran Tinggi Karst Dong Van, Vietnam, kembali memperoleh rekomendasi perpanjangan status UNESCO Global Geopark selama empat tahun. Pengakuan untuk keempat kalinya secara berturut-turut itu sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan, pengembangan usaha, dan pelestarian budaya tradisional.
Rekomendasi tersebut diputuskan dalam sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks yang berlangsung pada 2–4 November 2026. Penilaian internasional itu mempertimbangkan keberhasilan pengelolaan warisan geologi, alam, dan budaya yang diintegrasikan dengan pembangunan berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan penduduk setempat.
Duta Besar sekaligus Wakil Tetap Vietnam untuk UNESCO, Nguyen Thi Van Anh, menyatakan dukungan bulat anggota dewan mencerminkan pengakuan internasional terhadap upaya pemerintah daerah, berbagai sektor, dan masyarakat dalam mempertahankan nilai warisan Dong Van.
Menurutnya, pengelolaan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan pada perlindungan kekayaan alam dan budaya, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, pengembangan mata pencaharian, serta peningkatan peluang ekonomi, khususnya bagi masyarakat etnis minoritas.
Perpanjangan status tersebut juga dinilai dapat meningkatkan daya saing pariwisata Provinsi Tuyen Quang dan memperkuat posisinya dalam peta pariwisata Vietnam.
Ketua Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks sekaligus Direktur Chablais UNESCO Global Geopark di Prancis, Sophie Justice, menilai Dong Van menunjukkan kemajuan dalam pengelolaan dan pelestarian warisan kawasan. Keterlibatan masyarakat, keberagaman bahasa, serta perlindungan unsur budaya masyarakat adat menjadi keunggulan yang memperkuat penilaian terhadap kawasan tersebut.
Ia mendorong pemerintah daerah dan masyarakat melanjutkan pengembangan pendidikan, pariwisata berkelanjutan, serta pengelolaan warisan alam dan budaya. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan geopark membutuhkan keterlibatan berkelanjutan dari berbagai tingkatan pemerintahan dan komunitas lokal.
Anggota Dewan UNESCO Global Geoparks, Sarah Gamble, juga menyoroti keterlibatan penduduk dalam pengembangan ekonomi kawasan. Ia mengapresiasi upaya masyarakat meningkatkan keterampilan, mengembangkan mata pencaharian, dan memperluas kegiatan usaha.
Gamble mendorong Vietnam memperkuat kerja sama dengan Jaringan Global Geoparks UNESCO, Komisi Nasional UNESCO, perguruan tinggi, dan mitra regional. Pertukaran pengalaman melalui forum internasional dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan.
Dari sisi teknis, Direktur Institut Geosains dan Sumber Daya Mineral Vietnam sekaligus Ketua Subkomite Vietnam untuk UNESCO Global Geoparks, Trinh Hai Son, mengatakan rekomendasi perpanjangan keempat tersebut memberikan dorongan bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan taraf hidup masyarakat Dong Van.
Ia menjelaskan, Vietnam telah memenuhi tiga dari lima rekomendasi yang diberikan dalam evaluasi sebelumnya. Dua rekomendasi lainnya masih dalam proses penyelesaian dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbaiki pengelolaan kawasan.
Sejumlah kemajuan yang mendapat perhatian dalam evaluasi meliputi pengembangan komunitas masyarakat adat, peningkatan infrastruktur, promosi kebudayaan tradisional, serta pelaksanaan program One Commune, One Product (OCOP), yakni pengembangan satu produk unggulan dari setiap komune atau wilayah administratif setingkat komunitas.
Kepala Bagian Ilmu Kebumian dan Geopark UNESCO, Kristof Vandenberghe, menilai Dong Van menjadi contoh pengelolaan yang mampu menyeimbangkan perlindungan alam dengan pembangunan sosial dan ekonomi. Menurutnya, program UNESCO Global Geoparks tidak hanya bertujuan melindungi kekayaan geologi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat langsung dari kegiatan pembangunan.
Ia menekankan bahwa masyarakat Dong Van telah menunjukkan kepedulian dan keterlibatan aktif dalam menjaga kawasan geopark. Kesadaran tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung rekomendasi perpanjangan status selama empat tahun berikutnya.
UNESCO juga menilai kekuatan Jaringan Global Geoparks terletak pada pertukaran pengalaman, penyelesaian tantangan bersama, dan penerapan model pengelolaan yang berhasil di berbagai negara.
Dengan pengakuan tersebut, Dong Van diharapkan semakin aktif membagikan praktik pengelolaan kawasan kepada geopark lain sekaligus memperkuat kerja sama internasional. Pengalaman Vietnam memperlihatkan bahwa pelestarian warisan alam dan budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara