Jembatan Galumpit di Majalengka ditargetkan rampung dalam 120 hari untuk memperkuat akses warga Desa Kepuh menuju Desa Sadawangi sekaligus memudahkan jalur distribusi hasil pertanian dari kawasan perkebunan warga.
MAJALENGKA – Akses warga Desa Kepuh menuju Desa Sadawangi di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, tengah diperkuat melalui pembangunan Jembatan Galumpit yang ditargetkan selesai dalam 120 hari kalender. Infrastruktur sepanjang 4 meter dan lebar 4 meter itu diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi hasil pertanian dari kawasan perkebunan.
Jembatan tersebut dibangun di Dusun Galumpit, Desa Kepuh, sebagai jalur penghubung kawasan permukiman warga dengan Desa Sadawangi. Keberadaannya juga menjadi akses menuju area perkebunan yang dimanfaatkan warga.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting bagi aktivitas masyarakat pedesaan karena jalur penghubung tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga, tetapi juga berkaitan dengan distribusi komoditas hasil pertanian dari wilayah selatan Majalengka.
Sebagaimana diberitakan Tbnewsjabar, Rabu, (23/09/2026), pembangunan Jembatan Galumpit telah memasuki tahap konstruksi setelah survei lokasi dilakukan pada 4 September 2026 dan peletakan batu pertama sekaligus dimulainya pembangunan fisik pada 10 September 2026.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Hendra Rochmawan mengatakan pembangunan jembatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung terhadap mobilitas warga desa.
“Kehadiran personel Sat Brimob Polda Jabar di lokasi tidak hanya untuk memastikan aspek keamanan, tetapi juga bergotong-royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan fisik jembatan. Kami berharap Jembatan Galumpit ini nantinya memberikan manfaat besar bagi mobilitas warga,” ujar Kabid Humas , Rabu (23/9/2026).
Dari sisi aktivitas ekonomi masyarakat desa, keberadaan jembatan menjadi bagian dari upaya memperlancar pergerakan hasil pertanian. Jalur yang lebih mudah dilalui diharapkan mendukung proses pengangkutan komoditas dari area perkebunan menuju wilayah lain.
“Infrastruktur yang memadai adalah kunci penguatan ekonomi warga desa. Ketika jembatan ini rampung dan dapat dilintasi dengan aman, otomatis proses pendistribusian hasil tani menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini tentu berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Lemahsugih,” tambahnya.
Pembangunan Jembatan Galumpit melibatkan personel Batalyon A Pelopor Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jabar bersama masyarakat dan pemerintah daerah. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan juga memperlihatkan adanya gotong royong dalam pengerjaan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
Hingga pekan kedua pengerjaan, proses konstruksi dilaporkan berjalan aman, lancar, dan kondusif. Pembangunan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan sepenuhnya dalam waktu 120 hari kalender.
Setelah selesai, Jembatan Galumpit ditujukan untuk memperkuat konektivitas antara Desa Kepuh dan Desa Sadawangi serta menyediakan akses menuju area perkebunan warga. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan membuat distribusi hasil pertanian berjalan lebih cepat dan efisien. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara