BAC NINH – Sebanyak 155 rumah tangga di Bản Meo, Vietnam, terhubung dalam jaringan penyediaan layanan pariwisata berbasis masyarakat. Model yang menggabungkan penginapan, hasil pertanian, kuliner, dan kebudayaan lokal tersebut membuka peluang bagi warga untuk memperluas sumber penghidupan melalui pengembangan wisata pedesaan.
Dari jumlah tersebut, 25 rumah tangga terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata, sedangkan 155 rumah tangga lainnya mendukung penyediaan berbagai kebutuhan wisatawan. Keterlibatan warga mencakup layanan akomodasi, makanan, pasokan produk pertanian, pengenalan budaya, hingga kegiatan wisata berbasis pengalaman.
Bản Meo berada di Desa Nam Son, Komune Nam Duong, wilayah Bac Ninh. Kawasan ini memiliki lanskap pegunungan, hutan, kebun buah musiman, dan rumah panggung tradisional yang menjadi bagian dari daya tarik wisata. Pada 2025, Bản Meo telah diakui sebagai destinasi wisata.
Pengembangan kawasan tersebut tidak hanya mengandalkan keindahan alam. Koperasi Pariwisata Komunitas Bản Meo juga mengintegrasikan kekayaan budaya kelompok etnis setempat ke dalam pengalaman wisata. Komunitas Sán Dìu, Sán Chí, Tày, Nùng, Dao, dan Cao Lan memiliki tradisi yang tercermin dalam arsitektur, pakaian, bahasa, kesenian, adat istiadat, serta kuliner.
Wisatawan dapat mengenal kehidupan masyarakat melalui hidangan berbahan sayuran kebun, hasil pertanian lokal, dan produk musiman. Pengunjung juga berkesempatan menyaksikan pertunjukan seni tradisional, termasuk lagu rakyat soọng cô dari masyarakat Sán Dìu serta nyanyian then dan permainan alat musik đàn tính dari masyarakat Tày.
Potensi ekonomi warga turut diperkuat melalui keterkaitan kegiatan wisata dengan pertanian dan kerajinan lokal. Buah-buahan musiman, sayuran, makanan khas, serta mi beras tradisional dari Desa Thủ Dương dapat menjadi bagian dari rantai pasokan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.
Dengan pola tersebut, produk pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas, tetapi juga dapat diperkenalkan melalui pengalaman langsung kepada wisatawan. Pengunjung, misalnya, dapat mengenal proses pembuatan mi beras dan kehidupan produksi masyarakat setempat.
Keterhubungan dengan destinasi lain juga memperluas pengalaman wisata. Dari Bản Meo, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke Pagoda Am Vãi, menjelajahi kebun buah musiman, atau mengenal kerajinan pembuatan mi beras di Desa Thủ Dương.
Model pengembangan ini mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam dan budaya yang telah dimiliki masyarakat, bukan pembangunan proyek wisata berskala besar. Keterlibatan rumah tangga menjadi unsur penting agar kegiatan pariwisata dapat terhubung dengan kegiatan ekonomi warga.
Koperasi Pariwisata Komunitas Bản Meo juga dinominasikan oleh Departemen Pertanian dan Lingkungan sebagai satu-satunya perwakilan wilayah Bac Ninh untuk mengikuti kompetisi Destinasi Wisata Pedesaan Terbaik Vietnam 2026. Nominasi tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan model wisata berbasis komunitas Bản Meo kepada pasar wisata yang lebih luas, sebagaimana diberitakan Vietnamplus, Rabu (04/11/2026).
Ke depan, penguatan kualitas pelayanan, pelatihan keterampilan warga, promosi, serta koordinasi antara koperasi, rumah tangga, pelaku pertanian, dan agen perjalanan menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi. Dengan keterlibatan masyarakat yang semakin terorganisasi, pariwisata di Bản Meo diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pelestarian budaya, peningkatan nilai produk pertanian, dan diversifikasi pendapatan rumah tangga. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara