Bisnis Ayam Petelur di Lempuing Berkembang Pesat Meski Harga Pakan Naik

KAYUAGUNG – Usaha peternakan ayam petelur yang dirintis warga Desa Sindang Sari, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan mulai menunjukkan hasil positif. Peternakan mandiri milik Sukirman kini mampu memproduksi hingga 19 kilogram telur per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di wilayah Lempuing.

Sukirman mengatakan, peningkatan produksi telur terjadi sejak peternakannya mulai aktif beroperasi pada Maret 2026. Dari sebelumnya hanya menghasilkan sekitar 15 kilogram telur per hari, kini produksinya meningkat karena sebagian besar ayam sudah memasuki masa produktif.

“Alhamdulillah, ayam-ayam sudah mulai bertelur sehingga bisa dipanen setiap hari. Kalau panen telur biasanya sore,” ujar Sukirman, sebagaimana dilansir Tribun Sumsel, Jumat, (15/05/2026).

Menurut Sukirman, telur hasil peternakannya dijual dengan harga Rp27 ribu per kilogram dan selalu habis dibeli konsumen. Pembeli berasal dari usaha roti, rumah makan, warung sembako, hingga kebutuhan rumah tangga masyarakat sekitar Kecamatan Lempuing.

“Pemesan telur dari ternak ayam petelur ini sudah banyak yang beli, mulai dari usaha roti, rumah makan, warung sembako, hingga kebutuhan rumah tangga di sekitar Kecamatan Lempuing,” ungkapnya.

Usaha peternakan tersebut dibangun di pekarangan belakang rumah sebagai kegiatan produktif setelah pensiun dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/OKI. Selain untuk mengisi aktivitas sehari-hari, Sukirman ingin menghadirkan usaha peternakan ayam petelur pertama di desanya sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat.

“Buka usaha ternak ayam petelur ini untuk mengisi kegiatan sehari-hari. Di desa kami belum ada yang membuka usaha ini, meskipun memang harus mengeluarkan modal yang cukup besar,” kata Sukirman.

Saat ini, jumlah ayam petelur yang dipelihara mencapai 550 ekor. Bibit ayam didatangkan dari Kota Metro, Provinsi Lampung. Dalam operasional harian, peternakan tersebut membutuhkan satu karung pakan seberat 50 kilogram setiap hari.

Sukirman optimistis produksi telur akan terus meningkat apabila seluruh ayam telah memasuki masa bertelur secara maksimal. Ia memperkirakan kapasitas produksi bisa mencapai 30 kilogram telur per hari.

“Jika seluruh ayam sudah bertelur maksimal, kapasitas produksinya diproyeksikan bisa menyentuh angka 30 kilogram per hari,” ujarnya.

Ia menilai usaha ayam petelur memiliki prospek cukup baik karena ayam relatif tahan terhadap penyakit serta memiliki masa produksi yang panjang hingga dua sampai tiga tahun sejak mulai bertelur.

“Saya berharap usaha ini lancar dan maju, sehingga bisa menunjang ketahanan pangan khususnya pemenuhan kebutuhan telur di wilayah Kecamatan Lempuing,” pungkasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bank Sampah di Kendal Jadi Solusi Lingkungan dan Tambahan Penghasilan

PDF đź“„KENDAL – Program bank sampah di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal mulai memberi …

Kodim 0605/Subang Bangun Jembatan Armco untuk Buka Akses Tiga Kampung

PDF đź“„SUBANG – Pemerintah bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0605/Subang …

Babinsa Turun ke Sawah Bantu Petani Panen Padi di Desa Karita

PDF đź“„SUMBA TIMUR – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui pendampingan langsung kepada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *