DAIRI – Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kabupaten Dairi mendorong penguatan layanan kesehatan primer di tingkat desa melalui bimbingan teknis pengelolaan Posyandu di Kecamatan Silahisabungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjangkau seluruh kelompok usia masyarakat.
Bimbingan teknis yang berlangsung pada Rabu (13/5/2026) itu dihadiri Ketua TP Posyandu Dairi Rita Puspita Vickner Sinaga bersama jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, hingga kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi Imelda Purba yang mewakili Kadinkes Dairi mengatakan transformasi kesehatan saat ini menitikberatkan pada penguatan layanan primer dengan pendekatan promotif dan preventif.
“Fokus pelayanan kesehatan saat ini bukan lagi hanya mengobati orang sakit, tetapi menjaga masyarakat agar tetap sehat melalui upaya promotif dan preventif yang komprehensif,” jelasnya sebagaimana dilansir Medanbisnisdaily, Kamis, (14/05/2026).
Imelda menambahkan lahirnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam memperkuat Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa yang mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Jika sebelumnya pelayanan dilakukan secara terpisah, kini seluruh unsur bergerak dalam satu sistem Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer berbasis siklus hidup, mulai dari janin dalam kandungan hingga lansia,” ungkapnya.
Sementara itu, Rita Puspita Vickner Sinaga menegaskan Posyandu kini berkembang menjadi pusat layanan masyarakat yang terintegrasi dan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak.
“Posyandu saat ini bukan hanya tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah menjadi pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pelayanan enam bidang dasar tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, enam layanan dasar yang didukung Posyandu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), hingga bidang sosial.
Menurut Rita, sinergi antara pemerintah kecamatan, puskesmas, TP PKK, dan seluruh mitra kerja menjadi faktor penting agar manfaat pelayanan dasar dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat desa.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap para kader Posyandu dan pemangku kepentingan semakin memahami peran strategis Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat di tingkat desa dan kecamatan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara