Bank Sampah di Kendal Jadi Solusi Lingkungan dan Tambahan Penghasilan

KENDAL Program bank sampah di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal mulai memberi dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. Melalui sistem tabungan sampah plastik, warga kini dapat mengumpulkan nilai tabungan yang direncanakan bisa ditukar menjadi emas.

Kegiatan tersebut berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rejo Mulyo setiap Jumat sore. Warga datang membawa sampah plastik kering untuk ditabung dan dicatat oleh pengelola bank sampah.

Program itu diinisiasi pengelola TPS3R Rejo Mulyo sebagai upaya mengurangi persoalan sampah plastik di lingkungan desa sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Sampah yang terkumpul nantinya diolah menjadi bahan bakar alternatif bernama PETASOL.

Setiap kilogram sampah plastik yang disetorkan warga dihargai Rp700. Hasil penjualan sampah tidak langsung dicairkan, melainkan disimpan sebagai tabungan dan akan dibayarkan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Salah seorang warga Desa Margorejo, Prihatin, mengaku aktif mengikuti program tersebut selama tiga bulan terakhir karena dinilai mampu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

“Ikut bank sampah ini supaya bisa menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak ada sampah yang berceceran di jalan. Terus, bisa menabung menjadi emas,” jelasnya sebagaimana diberitakan Suara Merdeka, Sabtu (16/05/2026).

Prihatin mengatakan selama tiga bulan mengikuti program bank sampah, jumlah sampah yang berhasil ia tabung telah mencapai 22 kilogram.

Ketua TPS3R Rejo Mulyo Margorejo, Sunoto, menjelaskan sistem tabungan dilakukan dengan mengumpulkan hasil setoran warga hingga waktu pencairan menjelang Lebaran agar nominal yang diterima lebih besar.

“Sistemnya menabung. Nanti kita bayarnya pas hari raya, per kilonya sekitar Rp 700. Kemarin pas lebaran memang belum ada pencairan karena kami baru memulainya setelah lebaran. Jadi tabungan warga sengaja kami kumpulkan dulu agar hasilnya langsung banyak saat diambil nanti,” ujar Sunoto.

Menurut Sunoto, program penukaran sampah menjadi emas hanya menjadi bentuk motivasi agar warga semakin aktif menjaga lingkungan dan konsisten memilah sampah rumah tangga.

“Ini murni untuk mendorong semangat warga agar semakin peduli pada kebersihan lingkunga. Jadi, nanti besaran emasnya tergantung dari jumlab banyaknya sampah yang ditabung dari masing-masing warga,” papar Sunoto.

Ia mengungkapkan antusiasme warga cukup tinggi. Hingga kini TPS3R Rejo Mulyo telah menampung sekitar 1,3 ton sampah plastik dari 180 anggota aktif bank sampah di Desa Margorejo. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Akses Kesehatan Diperkuat, Pariaman Dapat Bantuan Sanitasi dan Alkes PICU-NICU

PDF 📄KOTA PARIAMAN – Percepatan peningkatan layanan kesehatan masyarakat menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman …

Pemdes Salassae Tampung Aspirasi Kader Posyandu untuk Program Kesehatan Anak

PDF 📄BULUKUMBA – Usulan penyediaan sarana bermain anak menjadi salah satu perhatian utama dalam Rembuk …

Jabar Sabet Penghargaan Kemendagri Berkat Keberhasilan Program Desa

PDF 📄YOGYAKARTA – Keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting mengantarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *