NGANJUK – Panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi momentum penguatan ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), dan pemerintah daerah. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung target swasembada kedelai nasional pada 2026.
Kegiatan panen raya yang digelar Kamis (14/5/2026) itu dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Siti Hediati Soeharto, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Tonny Harjono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat kementerian terkait.
Lahan kedelai yang dipanen di Desa Ngudikan mencapai 100 hektare. Sementara itu, total area pertanian kedelai di Kecamatan Wilangan tercatat sekitar 400 hektare dengan estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare.
Selain Wilangan, pengembangan budi daya kedelai juga dilakukan di Kecamatan Rejoso dengan luas lahan mencapai 1.270,9 hektare dan Kecamatan Bagor seluas 629,1 hektare yang saat ini masih memasuki tahap pengembangan bibit.
Program pengembangan kedelai tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Pertanian, TNI AL, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang dimulai sejak awal 2026. Penanaman kedelai dilakukan pada Maret 2026 di lahan seluas 2.000 hektare yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Rejoso, Wilangan, dan Bagor.
Kegiatan panen raya itu juga menjadi simbol penguatan sinergi antara sektor pertanian dan pertahanan dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan komoditas kedelai di Indonesia, sebagaimana diberitakan Merdeka, Jumat (15/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara