INDRAMAYU – Pemerintah bersama Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) mulai menerapkan sistem pertanian modern Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) di lahan seluas 100 hektare di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar). Program tersebut mengadopsi pola pertanian modern yang telah diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat (AS), untuk meningkatkan produktivitas hasil panen padi.
Tahap awal penerapan PM-AAS dilakukan melalui penanaman perdana di areal persawahan Desa Plosokerep pada Jumat, 15 Mei 2026. Sistem tersebut memanfaatkan teknologi modern, termasuk penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida, guna mendukung efisiensi perawatan tanaman.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan RI, Husnain, mengatakan program PM-AAS di Kabupaten Indramayu menjadi bagian dari pengembangan pertanian modern nasional yang saat ini mulai diterapkan di berbagai daerah sentra pangan.
“Selain penggunaan teknologi, perbedaan PM-AAS dibanding pertanian konvensional adalah dari sisi pola tanamnya,” kata Husnain, sebagaimana dilansir Tribun Jabar, Jumat (15/05/2026).
Menurutnya, pola tanam dalam sistem PM-AAS dibuat lebih rapat dibanding pertanian konvensional sehingga jumlah populasi tanaman meningkat dan berpotensi mendongkrak produktivitas hasil panen.
“Kalau target peningkatan produksinya hampir dua kali lipat, dari pertanian konvensional yang rata-rata enam ton perhektare menjadi 10 ton perhektare saat menerapkan PM-AAS,” ujar Husnain.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi dan pola tanam modern itu juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Saat ini, program PM-AAS telah diterapkan di 14 titik yang tersebar pada 15 provinsi di Indonesia dengan total luas lahan mencapai 2.000 hektare.
Husnain mengakui kebutuhan benih pada sistem PM-AAS lebih tinggi dibanding metode konvensional karena pola tanam yang lebih padat. Namun, peningkatan penggunaan benih tersebut dinilai sebanding dengan potensi hasil panen yang hampir dua kali lebih besar.
“Modernisasi pertanian ini merupakan hasil kajian dan pemikiran para ahli untuk meningkatkan produktivitas hasil panen di Kabupaten Indramayu yang menjadi daerah lumbung pangan,” katanya.
Program PM-AAS di Desa Plosokerep diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian modern berbasis teknologi di wilayah pedesaan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara