Inovasi Maggot BUMDes Tumang Sukses Bersihkan Desa dan Hasilkan Uang

BOYOLALI – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tumang di Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berhasil mengubah persoalan sampah menjadi sumber ekonomi baru melalui budidaya maggot. Inovasi pengolahan limbah organik itu kini mampu menghasilkan ratusan kilogram maggot setiap bulan sekaligus mengurangi tumpukan sampah desa yang sebelumnya menjadi masalah serius.

Desa Cepogo dikenal sebagai sentra kerajinan kuningan dan tembaga dengan aktivitas ekonomi yang tinggi. Namun, pertumbuhan industri dan kepadatan penduduk menyebabkan volume sampah meningkat tajam hingga mencapai sekitar 70 ton per bulan.

Direktur BUMDes Tumang, Felani Ade Widakdo, mengatakan persoalan sampah sempat menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali karena banyak sampah berserakan di jalan dan aliran sungai sebelum 2017.

“Desa Cepogo itu padat minta ampun. Penduduknya hampir 9.000 jiwa itu yang real, kalau siang hari bisa dua hingga tiga kali lipat karena sini desa industri,” ujar Felani sebagaimana dilansir Tribun Batam, Jumat (15/05/2026).

“Banyak pendatang yang datang ke sini membawa sampah semua. Dengan kepadatan penduduk seperti itu, sampah jadi masalah nomor satu di Desa Cepogo. Makanya, unit BUMDes yang pertama kali saya bentuk adalah Taman Sampah (Tampah),” tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BUMDes Tumang membangun sistem pengelolaan sampah terpadu dengan menjemput sampah warga dari rumah ke rumah menggunakan kendaraan desa. Sampah organik kemudian diolah menjadi pakan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly.

Felani mengaku mempelajari budidaya maggot secara mandiri hingga akhirnya berhasil mengembangkan sistem produksi yang kini berjalan stabil menggunakan biopond atau kolam budidaya.

“Saya benar-benar belajar dari nol dan autodidak sebelum bisa mengajari karyawan. Produksi maggot itu harus praktik dengan beberapa kali percobaan. Dulu saya cuma pakai baskom, tapi kalau sekarang sudah di biopond (kolam budidaya),” tuturnya.

Saat ini BUMDes Tumang mampu memproduksi 100 hingga 200 kilogram maggot setiap bulan dengan harga jual berkisar Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Permintaan pembeli datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk melalui penjualan di media sosial Facebook.

“Bulan April dan Mei 2026, banyak permintaan dari Yogyakarta lewat Facebook, saking banyaknya kita sampai ampun-ampun,” jelas Felani.

Kepala Desa (Kades) Cepogo, Mawardi, menyebut inovasi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan desa, tetapi juga membantu kebutuhan pakan peternak lokal dan membuka peluang usaha baru berbasis pengelolaan sampah.

“Kami menyesuaikan jumlah permintaan. Sekarang permintaan sudah banyak sekali karena maggot di sini menurut para peternak sangat bagus dan baunya tidak menyengat,” kata Mawardi.

“Kami bahkan punya peternakan itik/mentok sendiri sebagai penyerap sisa maggot yang tidak terjual. Rencananya, kulit maggot atau sisa olahannya juga akan kami jadikan bahan pertanian terpadu,” lanjutnya optimis.

Keberhasilan pengelolaan sampah tersebut turut mengubah citra Desa Cepogo menjadi desa wisata yang lebih bersih dan produktif. Unit usaha BUMDes Tumang kini berkembang ke berbagai sektor, mulai dari Pertashop, Dojo Karate, Agen BRILink, hingga Samsat Budiman.

BUMDes Tumang juga berhasil meraih penghargaan Juara Nugraha Kaya Desa BRILiaN pada 2021 dan diakui sebagai salah satu BUMDes terbaik di Kabupaten Boyolali.

“Kami pernah menjadi juara dua Desa BRILiaN tingkat nasional. Namun bagi kami, prestasi itu mengikuti saja. Yang paling penting adalah tujuan utama kami mengatasi masalah tanpa masalah bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Mawardi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Baru 56 KDKMP Beroperasi, Pemkab Karawang Siapkan Strategi Percepatan

PDF đź“„KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan …

Fakta di Balik Gerai KDKMP Wonogiri yang Dikira Berdiri di Tengah Hutan

PDF đź“„WONOGIRI – Keberadaan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, …

Harga Jual Turun, Peternak Bebek Harap Pasar dari MBG

PDF đź“„PURWOREJO – Harapan peternak telur bebek untuk memperoleh pasar yang lebih luas melalui Program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *