MAROS DESA NUSANTARA Di balik kemegahan lanskap karst dan tenangnya aliran sungai Ramang-Ramang, tersembunyi kisah ketekunan warga lokal yang menjaga denyut kehidupan pariwisata di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Umar (38), warga Dusun Ramang-Ramang, Desa Salendra, yang telah belasan tahun menggantungkan hidupnya sebagai pengemudi perahu wisata.
Setiap pagi, Umar bersiaga di dermaga kecil, menunggu kehadiran wisatawan yang ingin menyusuri keindahan alam khas Ramang-Ramang. Baginya, perahu bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol harapan untuk keluarga.Dengan tarif rata-rata Rp300 ribu per perjalanan, Umar dapat membawa pulang penghasilan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Namun, saat musim liburan tiba, ia bisa mendapatkan lebih.Kawasan Ramang-Ramang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, penghasilan para pengemudi perahu seperti Umar sangat bergantung pada musim kunjungan wisatawan.Kemajuan pariwisata Ramang-Ramang tak lepas dari kontribusi berbagai pihak. Umar mengakui bahwa beberapa perahu yang kini digunakan adalah bantuan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pelindo, Angkasa Pura, dan BNI.Umar dan perahunya adalah cerminan dari semangat warga Ramang-Ramang: setia, sederhana, namun penuh dedikasi. Di antara tebing kapur dan persawahan hijau, ia mengayuh perahu bukan hanya untuk mengantar pelancong, tapi juga menjaga denyut ekonomi dan harapan bagi desanya.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara