SUBANG DESA NUSANTARA Kompetisi desa wisata di Kabupaten Subang mencapai puncaknya dengan diumumkannya delapan desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Subang Tahun 2025. Sebanyak 15 desa ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, namun hanya delapan yang berhasil lolos setelah melewati tahap seleksi ketat dan visitasi lapangan selama dua pekan.
Ajang ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis memperkuat identitas pariwisata berbasis masyarakat di Subang, sekaligus memperluas eksposur desa-desa potensial ke tingkat nasional.
Ketua dewan juri, Dr. Dewi Turgarini, S.S., MM.Par, dari Universitas Pendidikan Indonesia, memimpin penjurian bersama tiga tokoh lainnya, yaitu Dr. Mohamad Zaini Alif (budayawan ISBI Bandung), Irma Yuliawantini, S.STP., M.AP (Disparbud Jabar), serta Asep Hidayat Mustopa, praktisi pariwisata dari Rumah Hanjeli Indonesia, Sukabumi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang, Dra. Nenden Setiawati, M.Si, menekankan bahwa ADWI bukan sekadar penilaian kompetisi, melainkan bentuk sinergi dalam mendorong penguatan promosi pariwisata lokal yang berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Subang dalam mempersiapkan desa-desa wisata untuk lebih kompetitif. Setiap desa tidak hanya dituntut untuk menampilkan keindahan dan keunikan, tetapi juga kemampuan mengelola wisata secara profesional dan berkelanjutan.
Seleksi dilakukan dengan mengedepankan aspek budaya, lingkungan, manajemen kelembagaan, ekonomi kreatif, dan keterlibatan masyarakat. Para juri melakukan penilaian langsung di lapangan untuk menilai kesiapan, potensi, dan keberlanjutan program masing-masing desa.
Melalui program ini, Pemkab Subang berharap dapat membentuk desa-desa unggulan yang menjadi ikon pariwisata baru di Jawa Barat, sekaligus menciptakan efek ekonomi positif bagi warga desa.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara