NGANJUK – Penyelesaian pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), menandai babak baru penguatan literasi sejarah buruh sekaligus potensi destinasi wisata edukatif, dengan peresmian dijadwalkan dilakukan Presiden pada pertengahan Mei 2026.
Proyek yang telah mencapai 100 persen ini tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis wisata sejarah di wilayah pedesaan.
Pelaksana proyek, Suhartono, memastikan seluruh fasilitas telah siap digunakan. “Progres pembangunan Rumah Singgah dan Museum Marsinah saat ini sudah selesai 100 persen. Intinya, bangunan sudah siap pakai dan tinggal menunggu jadwal peresmian,” ujarnya, sebagaimana dilansir Surya, Senin, (04/05/2026).
Kompleks museum dibangun di atas lahan seluas 76 meter x 12,5 meter dan dirancang dalam tiga zona utama, yakni gedung museum, area taman, serta rumah singgah. Gedung museum difungsikan untuk menyimpan berbagai koleksi dan dokumentasi perjalanan hidup Marsinah, sementara area taman dilengkapi kolam dan kanopi sebagai ruang refleksi pengunjung.
Adapun rumah singgah disiapkan sebagai fasilitas akomodasi dengan empat kamar berukuran 4×4 meter, lengkap dengan pendingin ruangan, furnitur, serta kamar mandi dalam. Selain itu, tersedia fasilitas umum seperti dapur bersama dan kamar mandi publik, termasuk satu unit dengan kloset elektrik.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmennya untuk meresmikan langsung museum tersebut. “Bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama Museum Marsinah. Negara mengakui Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional,” tegasnya.
Keberadaan museum ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat edukasi sejarah perjuangan buruh, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini secara optimal sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sosial dan edukatifnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara