Posyandu 6 SPM Diperkuat, Desa Tellulimpoe Targetkan Zero Stunting

SOPPENG – Pemerintah Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui Evaluasi Rembuk Stunting Triwulan I Tahun 2026 yang sekaligus menjadi momentum evaluasi data, layanan kesehatan, dan penguatan peran Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Rabu (06/05/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Tellulimpoe itu dipimpin langsung oleh Kepala Desa Tellulimpoe, Darwis, yang menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterbukaan data serta kolaborasi lintas sektor agar intervensi benar-benar tepat sasaran.

“Evaluasi ini adalah ruang kita untuk melihat sejauh mana progres pencegahan stunting di desa. Kita harus terbuka dengan data agar langkah yang diambil tepat sasaran,” ujar Darwis di hadapan perangkat desa, kader Posyandu, dan pendamping program, sebagaimana dilansir Kompasiana, Wednesday, (06/05/2026).

Data yang dipaparkan dalam forum tersebut berasal dari sistem electronic Human Development Worker (e-HDW) yang dikelola kader pembangunan manusia dan admin desa. Dari hasil pemutakhiran, tercatat 17 anak masih mengalami kondisi stunting, atau naik satu kasus dibanding awal tahun.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Soppeng, Syarif Hidayat, yang hadir sebagai narasumber, menyoroti pentingnya evaluasi berbasis masalah lapangan untuk menemukan akar persoalan, bukan hanya angka statistik.

“Kita perlu evaluasi mendalam untuk mengetahui di mana hambatan kita. Dengan mengetahui permasalahan yang ada, kita bisa mencari solusi konkret agar angka ini tidak terus bertambah, melainkan turun secara signifikan,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, pemerintah desa juga memastikan langkah intervensi lanjutan, termasuk ketersediaan anggaran pemeriksaan anemia serta rencana inovasi menu makanan tambahan untuk meningkatkan asupan gizi anak. Program ini dirancang agar lebih variatif sehingga anak sasaran tidak mengalami kebosanan konsumsi pangan tambahan.

Anggota tim kader pembangunan manusia desa menyampaikan bahwa inovasi menu berbasis pangan lokal menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan gizi keluarga, sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.

Selain aspek gizi, kegiatan ini juga menyoroti transformasi layanan Posyandu yang kini diperluas melalui penerapan enam SPM. Perwakilan Puskesmas Panincong menjelaskan bahwa Posyandu tidak lagi hanya fokus pada layanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mencakup pendidikan, sanitasi, perumahan, keamanan lingkungan, hingga perlindungan sosial.

Perluasan peran ini menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan dasar berbasis masyarakat yang lebih komprehensif, dengan kader sebagai ujung tombak deteksi dini berbagai persoalan sosial di tingkat desa.

Melalui evaluasi ini, Desa Tellulimpoe menargetkan penurunan angka stunting secara bertahap serta penguatan layanan dasar yang lebih terintegrasi. Pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan berharap model ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mempercepat terwujudnya generasi yang lebih sehat di tingkat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

TMMD 128 Pati Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Tugu Sejarah

PDF đź“„PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa …

Sepak Bola Desa Silirejo Jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Warga

PDF đź“„KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten …

Pemkab Tanbu Perkuat Aparatur Desa untuk Lindungi Perempuan dan Anak

PDF đź“„BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) memperkuat peran aparatur desa dan kelurahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *