Bangka Tengah Cup 2026 Dorong Ekonomi Warga Lewat Turnamen Masif

BANGKA TENGAH – Gelaran Bangka Tengah Cup 2026 resmi dimulai dengan skala besar, menghadirkan 184 tim dari berbagai daerah di Kepulauan Bangka Belitung serta memperebutkan total hadiah Rp130 juta, sekaligus diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa melalui perputaran aktivitas selama turnamen berlangsung.

Turnamen sepak bola yang dibuka oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Stadion Porkab Koba pada Minggu (3/5/2026) itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Bangka Tengah, sekaligus ajang pembinaan olahraga dan penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.

“Melalui turnamen ini, kami ingin menghadirkan wadah kompetitif yang sehat bagi masyarakat. Selain itu, ramainya penonton juga diharapkan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar arena pertandingan,” ujar Algafry sebagaimana dilansir Wow Babel, Wednesday, (06/05/2026).

Tidak hanya sebagai ajang olahraga, kompetisi ini juga menjadi strategi pemerintah daerah dalam memperluas dampak ekonomi hingga ke tingkat desa. Kehadiran ratusan tim membuat aktivitas perdagangan kecil di sekitar stadion dan lapangan desa ikut meningkat, terutama sektor makanan, minuman, hingga jasa lokal.

Algafry menyebut turnamen ini juga memiliki fungsi ganda, yakni sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi 2026 sekaligus ruang pencarian bakat atlet muda daerah. Ia menilai sepak bola masih menjadi olahraga paling efektif untuk menyatukan komunitas lintas desa di Bangka Tengah.

Penyelenggaraan Bangka Tengah Cup 2026 dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori umum dengan 78 tim antardesa, veteran U-40 sebanyak 90 tim, serta U-50 yang diikuti 18 tim antar klub se-Kepulauan Bangka Belitung. Seluruh pertandingan digelar di dua lokasi, yakni Stadion Porkab Koba dan Lapangan Sepak Bola Desa Lampur guna pemerataan akses hiburan olahraga bagi masyarakat.

Ketua panitia pelaksana, Ahmad Syarifullah Nizam, memastikan seluruh laga dipimpin perangkat pertandingan profesional demi menjaga kualitas kompetisi hingga final. Ia menegaskan bahwa profesionalisme wasit menjadi kunci agar turnamen tetap berjalan objektif dan kompetitif.

Dengan tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat, Bangka Tengah Cup 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan talenta sepak bola baru, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui aktivitas perdagangan yang tumbuh selama turnamen berlangsung. []

Penulis: Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Gattareng Kini Terang, Ombudsman Fasilitasi Perbaikan Listrik

PDF đź“„BARRU – Perbaikan lampu jalan dan penyediaan aliran listrik di Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, …

Dandim Tinjau Jalan TMMD, Infrastruktur Desa Kian Maju

PDF đź“„LAHAT – Pembukaan akses jalan lingkar desa melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) …

Babinsa Turun Tangan, Drainase Desa Rosong Dibenahi

PDF đź“„SUMENEP – Pembangunan drainase di Desa Rosong, Kecamatan Nonggunong, menjadi langkah konkret warga bersama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *