Desa Mengwi Bergerak, WHDI Gelar Aksi Lingkungan dan Spiritual di Taman Ayun

BADUNG – Aksi pelestarian lingkungan berbasis nilai spiritual digelar Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung dengan menebar 5.000 benih ikan dan melakukan penghijauan di kawasan Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret menjaga keseimbangan alam sekaligus memperkuat praktik keagamaan masyarakat setempat.

Program yang berlangsung pada Kamis (tanggal dalam naskah tidak konsisten) ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah hingga masyarakat desa. Fokus kegiatan meliputi aksi mereresik atau bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, serta penebaran benih ikan sebagai bentuk pelestarian ekosistem air di kawasan pura.

Ketua WHDI Kabupaten Badung, Yunita Alit Sucipta, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi ajaran Tri Hita Karana, yakni konsep keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

“Ini bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah cara kita memastikan budaya tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya,” ujarnya sebagaimana diberitakan Patrolmedia, Rabu, (06/05/2026).

Ia menjelaskan, aspek Parhyangan diwujudkan melalui persembahyangan bersama, Pawongan melalui pemberian 60 paket bantuan kepada pemangku dan petugas kebersihan, serta Palemahan melalui aksi lingkungan seperti penanaman pohon dan penebaran benih ikan.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Bendesa Adat Mengwi, Ida Bagus Oka. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada seremoni, melainkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga adat dan lingkungan.

Dukungan juga datang dari berbagai instansi, antara lain Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Badung, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa setempat. Kehadiran mereka memperlihatkan sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi desa sebagai pusat pelestarian budaya dan lingkungan, di tengah tantangan modernisasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai tradisional. Dengan pendekatan berbasis komunitas, program seperti ini diharapkan mampu berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi ekosistem maupun kehidupan sosial masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Menden Jadi Laboratorium Pupuk Organik Mahasiswa UNY

PDF đź“„KLATEN – Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis pertanian berkelanjutan mulai dikembangkan di Desa …

TMMD 128 Pati Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Tugu Sejarah

PDF đź“„PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa …

Sepak Bola Desa Silirejo Jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Warga

PDF đź“„KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *