PALEMBANG – Penguatan ekonomi pesisir berbasis ekowisata dan rehabilitasi mangrove di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, menjadi fokus lanjutan kerja sama antara PT Pertamina Patra Niaga dan masyarakat desa dalam pengelolaan kawasan hutan desa yang berkelanjutan.
Program ini diarahkan untuk tidak hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi warga melalui pemanfaatan potensi hutan mangrove sebagai basis ekowisata dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pertamina Patra Niaga yang diwakili Pjs General Manager Project Refining & Petrochemical Dumai, Muhammad Rahmad, dengan Ketua Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD) Sungsang IV, Abdullah, di Gedung CRGM RU III, sebagaimana diberitakan Palpres, Selasa, (05/05/2026).
Muhammad Rahmad menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Pengelolaan hutan desa tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan ekowisata berbasis mangrove,” ujarnya.
Program pengelolaan kawasan ini mencakup penanaman, pemeliharaan, penyulaman mangrove, hingga perhitungan potensi karbon yang melibatkan kelompok masyarakat desa. Sebanyak 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata telah disiapkan, dengan 7.500 bibit untuk tahap awal penanaman dan 2.500 bibit untuk penyisipan.
Selain itu, sejak 2023 tercatat sekitar 11.000 pohon mangrove telah ditanam di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya rehabilitasi pesisir.
Kepala Desa Sungsang IV, Romi Adi Candra, menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan hutan seluas 553 hektare membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat dan pihak swasta.
“Mangrove saat ini menjadi perhatian dunia, sehingga penting bagi kita untuk terus mengelola dan melestarikannya dengan melibatkan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan pesisir tidak dapat dicapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat lokal, baik dalam konservasi maupun pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.
Melalui program ini, Desa Sungsang IV diarahkan menjadi model ekowisata pesisir yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara