Kemenkes Perluas Fungsi Posyandu, 1,5 Juta Kader Disiapkan

Peningkatan kematian akibat penyakit tidak menular pada usia 35–45 tahun mendorong Kemenkes memperluas pelayanan Posyandu berbasis siklus hidup dengan dukungan 303 ribu fasilitas dan sekitar 1,5 juta kader kesehatan.

JAKARTA – Meningkatnya angka kematian masyarakat usia produktif akibat penyakit tidak menular (PTM) mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Jika sebelumnya pelayanan lebih banyak berfokus pada ibu hamil, bayi, dan balita, kini Posyandu diarahkan menjangkau seluruh kelompok usia, termasuk masyarakat dewasa dan lanjut usia.

Perubahan pendekatan tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup. Kebijakan ini ditujukan agar upaya pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan dapat menjangkau masyarakat sejak usia anak-anak hingga lanjut usia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan, perubahan pola penyakit masyarakat menuntut Posyandu menyesuaikan cakupan pelayanannya. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Apresiasi Kader dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional 2026 yang digelar Kemenkes, Jumat (06/11/2026).

Maria menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup (AHH) masyarakat Indonesia telah mencapai 74 tahun. Namun, di tengah peningkatan tersebut, kematian pada kelompok usia muda, khususnya rentang 35–45 tahun, justru meningkat akibat penyakit tidak menular.

“Tantangan kesehatan kita berubah. Kematian ibu dan bayi masih sangat penting, tetapi data BPS menunjukkan kematian di usia-usia muda (35–45 tahun) itu meningkat dikarenakan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal. Karena itu, Posyandu ikut bertransformasi sesuai siklus hidup,” ujarnya, sebagaimana diberitakan InfoPublik, Jumat, (06/11/2026).

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat tidak lagi hanya berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal menjadi ancaman yang juga perlu mendapat perhatian melalui pendekatan pencegahan dan edukasi sejak usia produktif.

Transformasi Posyandu sebenarnya merupakan pengembangan dari peran yang telah dibangun selama puluhan tahun. Maria menyebut, sejarah Posyandu berakar dari konsep Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) pada 1975 dan Deklarasi Alma-Ata pada 1978.

Selama ini, Posyandu berkontribusi dalam mendukung upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), bayi, dan balita. Namun, perubahan tante

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Dua Hari Didatangi Rombongan Bali, Ini Keunggulan Desa Cangkuang Wetan

PDF 📄DAYEUHKOLOT – Inovasi pengelolaan sampah, pengembangan energi mandiri, dan peternakan ayam petelur yang dijalankan …

HUT ke-11 Mukti Jaya, Kintoko: Kemajuan Desa Butuh Persatuan Warga

PDF 📄MESUJI – Peringatan hari jadi ke-11 Desa Mukti Jaya, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, …

Sarkofagus Desa Bengkel Simpan Misteri Kehidupan Masyarakat Zaman Megalitikum

PDF 📄BULELENG – Penelitian peninggalan prasejarah berupa sarkofagus di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *