DAYEUHKOLOT – Inovasi pengelolaan sampah, pengembangan energi mandiri, dan peternakan ayam petelur yang dijalankan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung (Kab. Bandung), Jawa Barat (Jabar), menarik perhatian sejumlah rombongan dari Bali. Kunjungan selama dua hari pada 6–7 November 2026 tersebut dimanfaatkan sebagai ajang pertukaran pengetahuan mengenai tata kelola pemerintahan dan pengembangan potensi ekonomi desa.
Rombongan pertama berasal dari Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, yang berkunjung pada Jumat (06/11/2026). Sehari kemudian, Sabtu (07/11/2026), rombongan lain dari Bali kembali mendatangi Cangkuang Wetan menggunakan bus pariwisata.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari sejumlah program yang dikembangkan pemerintah desa, mulai dari tata kelola pemerintahan, pengelolaan sampah terpadu, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan usaha peternakan ayam petelur.
Salah satu praktik yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Peserta melihat langsung proses pengolahan sampah yang dikembangkan untuk menghasilkan energi sekaligus mendukung kegiatan produktif masyarakat.
Pengembangan peternakan ayam petelur juga diperkenalkan sebagai bagian dari pemanfaatan potensi desa. Para peserta tidak hanya melihat kegiatan peternakan, tetapi juga berkesempatan memanen telur secara langsung.
Kepala Desa (Kades) Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi, menyambut kunjungan tersebut sebagai kesempatan memperluas pertukaran pengalaman dan mempererat hubungan antardesa.
“Terima kasih atas kunjungan Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, ke Desa Cangkuang Wetan. Semoga menjadi kebaikan untuk selanjutnya. Ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan bertukar informasi agar terjalin sinergi antardesa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, inovatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya, sebagaimana diberitakan Sergap, Sabtu (07/11/2026).
Asep mengatakan, kunjungan lintas daerah tersebut juga menjadi kesempatan bagi Cangkuang Wetan untuk memperkenalkan program-program yang telah dikembangkan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh para peserta dapat menjadi referensi untuk diterapkan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Di sisi lain, pengalaman yang diperoleh para peserta diharapkan dapat menjadi referensi untuk diterapkan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah,” harapnya.
Menurut Asep, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa inovasi di tingkat desa dapat membuka peluang untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan, mengembangkan kemandirian energi, dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
Pertukaran pengalaman antardesa diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat mendorong penerapan gagasan yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. Dengan demikian, praktik pengelolaan sampah dan pengembangan usaha produktif di Cangkuang Wetan berpeluang menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara