MEGHALAYA – Pemerintah Negara Bagian Meghalaya, India, mengidentifikasi 11 Desa Seni dan Kerajinan sebagai pusat pelestarian tradisi sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat perajin. Program tersebut diarahkan untuk menjaga keterampilan warisan leluhur agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya dan memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Inisiatif tersebut disampaikan Ketua Menteri (CM) Meghalaya, Conrad Sangma, saat menghadiri Festival Desa Seni dan Kerajinan Warisan Budaya Tingkat Negara Bagian di Auditorium U Soso Tham, Shillong, Selasa (03/11/2026). Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Jan Jatiya Gaurav Divas, hari penghormatan bagi para pejuang kemerdekaan dari komunitas suku di India.
Penetapan 11 desa tersebut menjadi bagian dari pendekatan pemerintah Meghalaya dalam menghubungkan pelestarian kebudayaan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat. Melalui platform khusus tersebut, praktik seni, kerajinan, keterampilan, dan pengetahuan tradisional diharapkan tetap terpelihara sekaligus memperoleh perhatian dalam program pembangunan.
Dalam keterangannya, Sangma menegaskan bahwa keberlangsungan warisan budaya membutuhkan keterlibatan pemerintah secara konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial.
‘Melestarikan warisan budaya kita membutuhkan upaya sadar dan intervensi Pemerintah yang berkelanjutan untuk memastikan bahwa tradisi, keterampilan, dan pengetahuan asli kita diwariskan kepada generasi mendatang,’ kata Sangma sebagaimana dilansir NationPress, Rabu (04/11/2026).
Ia juga menandai Menteri Urusan Suku India, Arjun Munda, serta Kementerian Urusan Suku dalam unggahannya. Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah Meghalaya untuk menghubungkan program pelestarian budaya di tingkat negara bagian dengan inisiatif pemerintah pusat.
Pengembangan desa seni dan kerajinan ini juga berkaitan dengan karakter sosial dan kebudayaan Meghalaya yang memiliki komunitas suku Khasi, Jaintia, dan Garo. Ketiga komunitas tersebut mempunyai tradisi dan identitas budaya yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.
Selain menjadi sarana pelestarian identitas masyarakat, keberadaan desa seni dan kerajinan diarahkan untuk menjadikan keterampilan tradisional sebagai sumber mata pencaharian. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya berorientasi pada dokumentasi sejarah, tetapi juga pada keberlanjutan aktivitas para perajin.
Program tersebut diperkenalkan dalam rangka Jan Jatiya Gaurav Divas, yang diperingati setiap 15 November untuk mengenang kelahiran Birsa Munda, tokoh perjuangan masyarakat suku di India. Pemerintah pusat India melembagakan peringatan tersebut pada 2021 sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi masyarakat suku dalam perjuangan kemerdekaan.
Melalui identifikasi 11 Desa Seni dan Kerajinan, pemerintah Meghalaya berupaya menempatkan desa sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara