SEMARANG – Masyarakat di 1.603 desa dan kelurahan di Jawa Tengah (Jateng) telah mendapatkan akses pelayanan dokter spesialis melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 2 November 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 1.857 kali dengan sasaran 133.132 orang.
Perluasan pelayanan kesehatan hingga tingkat desa menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk mendekatkan pemeriksaan dan penanganan penyakit kepada masyarakat. Melalui integrasi CKG dan Speling, warga dapat menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus memperoleh layanan dokter spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.
Gubernur Jawa Tengah (Gubernur Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan kedua program tersebut agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pedesaan.
“Dokter itu turun ke bawah untuk mengobati masyarakat di desa. Para warga (dapat pelayanan kesehatan) gratis,” kata Luthfi.
Pernyataan tersebut disampaikan di sela kegiatan Immunity Run & Walk dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu (07/11/2026).
Menurut Luthfi, kehadiran tenaga medis hingga desa memungkinkan masyarakat memperoleh pemeriksaan berbagai masalah kesehatan, mulai dari tuberkulosis (TBC), kesehatan anak, kesehatan jiwa, hingga penyakit lainnya. Pelayanan tersebut sekaligus mendukung upaya menemukan indikasi penyakit lebih awal sehingga penanganannya dapat segera dilakukan.
Salah satu perhatian dalam pelayanan tersebut adalah deteksi dini risiko kesehatan ibu hamil dan penemuan kasus TBC. Apabila ditemukan dugaan TBC, petugas kesehatan akan melakukan penelusuran kontak (tracing) serta mengupayakan pengobatan melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Pelaksanaannya berada dalam pengawasan dinas kesehatan kabupaten dan kota.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, cakupan program CKG juga menunjukkan jangkauan yang luas. Hingga 31 Oktober 2026, sebanyak 20,84 juta warga Jateng telah terjangkau pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Kepala Dinkes Jateng Zulfachmi Wahab mengungkapkan, angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya mengalami penurunan hampir 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai penguatan pelayanan melalui CKG yang dipadukan dengan Speling turut membantu menemukan kondisi berisiko pada ibu hamil sehingga dapat ditangani lebih awal.
Selain pemeriksaan kesehatan di tingkat masyarakat, peringatan HKN ke-62 juga dimanfaatkan untuk memperluas edukasi mengenai pencegahan penyakit dan pola hidup sehat. Berbagai pelayanan lintas sektor diselenggarakan, meliputi pemeriksaan penyakit dalam, deteksi dini kanker hati dan hepatitis, pemeriksaan kesehatan paru-paru dan mata, serta edukasi pertolongan pertama dalam situasi kegawatdaruratan.
“Kita ada kegiatan yang melibatkan lintas sektor. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat, sesuai dengan tema HKN pada tahun ini, yaitu Sehat untuk Semua,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat juga diajak membiasakan aktivitas fisik melalui kegiatan lari santai sejauh 6,2 kilometer dan jalan santai sejauh 3 kilometer di Kota Semarang.
Perluasan CKG dan Speling diharapkan dapat memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah pedesaan. Dengan semakin dekatnya akses pemeriksaan dan tenaga medis spesialis, masyarakat desa diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengetahui risiko penyakit sejak dini dan memperoleh penanganan kesehatan secara tepat. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara