21 Warga Diduga Keracunan Usai Konsumsi PMT, 9 Dirawat

Sebanyak 21 warga Desa Rowobelang, Batang, mendapat penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan tambahan dari Posyandu, dengan sembilan orang harus menjalani rawat inap.

BATANG – Sebanyak 21 warga Desa Rowobelang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjalani penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan tambahan dari Posyandu. Dari jumlah tersebut, sembilan pasien harus menjalani rawat inap, sedangkan lainnya menjalani observasi atau rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD Batang Feria Kurniawati mengatakan pasien yang ditangani terdiri atas 14 orang dewasa dan tujuh anak. Pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut didominasi anak-anak dan perempuan dewasa, sebagaimana dilansir Antara, Selasa, (22/09/2026).

“Intoksikasi keracunan ada 21 pasien terdiri atas 14 pasien dewasa dan tujuh anak. Dari jumlah itu, sekitar sembilan pasien membutuhkan perawatan inap,” katanya.

Menurut Feria, tingkat keparahan kondisi pasien menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebutuhan rawat inap. Penanganan awal difokuskan pada pemulihan kondisi pasien, terutama akibat kehilangan cairan tubuh.

“Untuk penanganan awal, kami fokuskan pada pemulihan cairan tubuh akibat dehidrasi serta penanganan kondisi darurat pasien,” katanya.

Ia yang didampingi Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Hifna Handrianingrum mengatakan pasien dengan kondisi lemas, demam tinggi, atau mengalami kesulitan mengonsumsi obat secara oral akibat mual dan muntah menjadi kelompok yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

“Kalau keadaan umum pasien lemas, demamnya tinggi sekali, atau tidak bisa minum obat oral karena mual muntah sehingga mereka perlu rawat inapkan. Alhamdulillah tingkat dehidrasinya masih sedang, tidak sampai dehidrasi berat,” katanya.

Para warga tersebut mulai menjalani pemeriksaan di RSUD Batang pada Selasa (22/9/2026), setelah diduga mengonsumsi makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dari Posyandu pada Senin (21/9/2026) sore.

Namun, hingga penanganan berlangsung, pihak RSUD Batang belum memastikan makanan tersebut sebagai penyebab keracunan. Sampel makanan dan muntahan pasien telah diambil untuk diperiksa melalui uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batang.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para warga. Sementara proses pemeriksaan berlangsung, penanganan terhadap pasien tetap dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena melibatkan warga dalam jumlah cukup banyak di satu desa. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai sumber keracunan sekaligus menjadi dasar penanganan lebih lanjut. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Somasi Bendesa Adat Tangkas Diberi Tenggat Waktu Tujuh Hari

PDF 📄Upaya penyelesaian sengketa lima prajuru Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung melalui mediasi belum …

Jembrana Tambah Perbaikan PJU, Tiap Desa Dapat 20 Titik

PDF 📄Perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di Jembrana diarahkan tidak hanya untuk menghidupkan kembali lampu …

Gebyar GENTA Badung Gabungkan Layanan Kesehatan dan Sosial

PDF 📄Gebyar Gerakan Terpadu Nak Badung Sehat (GENTA) 2026 menghadirkan 25 kegiatan lintas Organisasi Perangkat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *