BOGOR, DESA – NUSANTARA: Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan pembangunan di wilayah perkotaan, kesenjangan akses pendidikan dan infrastruktur masih menjadi persoalan serius di sejumlah daerah pedesaan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya Gerakan Imaka Mengajar (GIMA), sebuah inisiatif pengabdian mahasiswa yang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur desa.
Ketua Pelaksana Gerakan Imaka Mengajar, Wildan Hawari, menyampaikan bahwa gerakan ini berangkat dari kesadaran mahasiswa akan tanggung jawab moral sebagai generasi muda terdidik untuk turut berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga hadir dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Gerakan Imaka Mengajar menjadi ruang bagi kami untuk mengabdi dan belajar bersama masyarakat desa,” ujar Wildan.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Gerakan Imaka Mengajar adalah menumbuhkan empati dan semangat pengabdian mahasiswa, sekaligus menyediakan wadah konkret dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan motivasi belajar anak-anak desa serta mendukung pembangunan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur.
Pelaksanaan Gerakan Imaka Mengajar berlangsung di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 25–28 Desember 2025. Dalam kegiatan tersebut, GIMA berkolaborasi dengan TemanLab dan menjalankan berbagai program sosial serta edukatif.
Salah satu kegiatan utama adalah pembelajaran dasar bagi anak usia dini yang difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca, berhitung, serta pembentukan karakter. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan eksperimen kimia sederhana dengan memanfaatkan bahan rumah tangga sebagai aromaterapi dan pengusir nyamuk, guna memperkenalkan sains secara aplikatif kepada masyarakat.
Di bidang kesehatan, GIMA menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis serta sosialisasi gizi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa turut dilakukan sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Mahasiswa dan warga juga membangun kebersamaan melalui kegiatan memasak dan makan bersama. Selain itu, mereka terlibat langsung dalam pembangunan dan renovasi fasilitas umum, seperti kamar mandi dan surau, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perbaikan infrastruktur desa.
Wildan berharap Gerakan Imaka Mengajar dapat membuka perhatian berbagai pihak terhadap kondisi wilayah yang masih membutuhkan dukungan serius, khususnya di bidang pendidikan dan infrastruktur.
“Semoga melalui kegiatan ini, pemerintah dapat mendukung dan membantu penuh wilayah-wilayah yang masih berkekurangan dalam aspek tertentu,” tandasnya.
Gerakan ini turut mendapat dukungan dari sektor swasta. TemanLab, perusahaan yang bergerak di bidang sains dan teknologi, berpartisipasi sebagai sponsor kegiatan. Account Manager TemanLab, Nadiya Syava, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.
“Kami percaya kemajuan bangsa dimulai dari pelosok desa. Melalui dukungan ini, kami ingin menjembatani kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah 3T. Ini semua merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat,” kata Nadiya.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara