Di pelosok Pulau Seram, Provinsi Maluku, terdapat sebuah dusun kecil yang menopang kehidupan warganya dari kesuburan tanah di tengah keterbatasan akses internet dan teknologi. Dusun tersebut adalah Waitoso, yang berada di Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pulau Seram yang dikenal dengan sebutan Nusa Ina atau Pulau Ibu memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat Maluku. Pulau terbesar di provinsi tersebut menyimpan kekayaan alam yang melimpah, mulai dari ladang, hutan, laut, hingga sumber daya udara yang menunjang kehidupan masyarakatnya.
Kesuburan tanah Seram menjadikan wilayah ini sebagai tumpuan penghidupan bagi banyak komunitas, termasuk warga Dusun Waitoso. Di kawasan ini, hasil pertanian menjadi sumber utama kehidupan masyarakat, yang sepenuhnya bergantung pada pengelolaan lahan secara turun-temurun.
Meski berada jauh dari jangkauan teknologi modern, Dusun Waitoso tetap berperan sebagai penyangga pangan bagi desa sekitarnya. Kondisi alam yang subur menjadikan dusun ini sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang menjanjikan di Seram Barat.
Keberadaan Dusun Waitoso menunjukkan bahwa kemandirian pangan masih dapat tumbuh kuat di wilayah terpencil, sekaligus menegaskan peran Pulau Seram sebagai penyedia dan penjaga kehidupan bagi masyarakat Maluku.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara