NGAMPRAH – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, memicu pergerakan tanah di Kampung Cibitung, Desa Ganjarsari, yang menyebabkan satu rumah warga tertimpa material longsor dan satu penghuni sempat terjebak setengah badan sebelum berhasil diselamatkan, Selasa (5/05/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB ketika tebing di sekitar permukiman mengalami pelunakan struktur tanah akibat hujan deras berkepanjangan. Akibatnya, material tanah longsor menerjang rumah milik warga hingga menyebabkan penghuni bernama Kurnia Atmaja terjebak di dalam bangunan.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan, menjelaskan proses penyelamatan berlangsung cepat dengan melibatkan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
“Korban sempat tertimbun, namun warga bergerak cepat melakukan evakuasi hingga akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup,” ujarnya sebagaimana diwartakan Ayo Bandung, Tuesday, (05/05/2026).
Proses evakuasi dilaporkan berlangsung sekitar 20 menit dengan melibatkan unsur masyarakat dan aparat setempat. Setelah berhasil dikeluarkan dari timbunan material, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka yang diderita.
Selain menyebabkan korban luka, longsor juga merusak satu unit rumah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat. Total satu kepala keluarga dengan empat jiwa terdampak dan sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Penanganan di lokasi turut melibatkan tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Ganjarsari, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta perangkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) setempat.
Pihak kecamatan menyebut kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini meliputi terpal, logistik, serta bantuan sandang dan pangan untuk menunjang kehidupan selama masa pemulihan pascabencana. Kondisi tanah yang masih labil juga menjadi perhatian untuk mencegah potensi longsor susulan di wilayah tersebut.
Peristiwa ini kembali menegaskan kerentanan wilayah perbukitan Cikalongwetan terhadap bencana hidrometeorologi saat curah hujan tinggi, terutama di kawasan permukiman yang berada di dekat lereng aktif. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara