BANYUMAS DESA NUSANTARA Proses Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, memunculkan ketegangan setelah sejumlah peserta menilai pelaksanaan seleksi tidak berjalan transparan.
Ketidakpuasan para peserta muncul akibat dugaan adanya kecurangan dalam proses ujian. Mereka kemudian mengajukan permintaan audiensi terbuka dengan panitia pelaksana dan kepala desa guna meminta klarifikasi atas hasil seleksi yang diumumkan.
Menindaklanjuti desakan tersebut, pertemuan terbuka akhirnya digelar di Balai Desa Ledug pada Minggu (09/11/2025). Pertemuan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, panitia seleksi, serta perwakilan peserta yang tidak lolos.
Audiensi berlangsung cukup tegang namun tetap kondusif. Dalam forum itu, para peserta menyampaikan aspirasi dan keberatannya terkait dugaan ketidakterbukaan dalam sistem penilaian dan hasil ujian. Mereka menekankan pentingnya keadilan serta transparansi dalam setiap tahapan seleksi perangkat desa.
Sementara itu, unsur kecamatan dan aparat keamanan yang hadir dalam forum tersebut turut mengimbau agar semua pihak menjaga ketertiban serta menempuh jalur resmi dalam menyelesaikan persoalan. Pemerintah desa juga diminta bersikap terbuka dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat guna menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu konflik sosial.
Situasi pascaaudiensi dilaporkan tetap aman. Meski demikian, masyarakat berharap proses penyaringan perangkat desa di Desa Ledug ke depan dapat dilakukan secara lebih profesional dan transparan, agar hasilnya benar-benar mencerminkan kemampuan dan integritas peserta.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara