KOTA BATU – Pemanfaatan lahan pertanian stroberi menjadi salah satu kekuatan pengembangan ekonomi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raharjo, potensi pertanian tersebut dikembangkan menjadi rangkaian usaha pariwisata yang menggabungkan edukasi pertanian, rekreasi alam, kuliner, hingga penginapan.
Pengembangan tersebut memperlihatkan upaya masyarakat desa dalam meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian tanpa meninggalkan aktivitas utama sebagai petani. Salah satu strategi yang diterapkan ialah mengintegrasikan kegiatan budidaya stroberi dengan pengalaman wisata sehingga pengunjung dapat menikmati sekaligus mempelajari proses pertanian secara langsung.
Direktur BUMDes Raharjo Desa Pandanrejo, Mukhlas Rofiq, mengatakan pengembangan pariwisata desa bertumpu pada potensi masyarakat, terutama komoditas stroberi yang telah menjadi identitas wilayah tersebut.
“Kami mengintegrasikan kearifan lokal pertanian dengan wisata modern. Warga tetap bertani, namun aktivitas tersebut kini memiliki nilai jual tinggi sebagai daya tarik wisata,” ungkap Mukhlas, Jumat (06/11/2026).
Salah satu bentuk pengembangan tersebut terlihat melalui destinasi Lumbung Stroberi. Kawasan ini menawarkan kegiatan memetik buah langsung dari kebun sekaligus edukasi mengenai proses penanaman, perawatan tanaman, hingga pengolahan stroberi menjadi berbagai produk turunan yang dapat dijadikan buah tangan khas Kota Batu.
Selain mengembangkan wisata berbasis pertanian, BUMDes Raharjo juga memperluas pilihan kegiatan rekreasi melalui wisata petualangan. Pengunjung dapat menikmati fun rafting dan tubing dengan menyusuri aliran sungai di kawasan Kaliwatu dan Kali Lanang.
Desa Pandanrejo juga menyediakan kegiatan outbound dan paintball untuk keluarga, perusahaan, maupun komunitas. Fasilitas pendukung berupa flying fox dan permainan ice breaking turut melengkapi pilihan aktivitas tersebut.
Potensi alam lainnya dikembangkan melalui kunjungan ke Air Terjun Coban Lanang. Kawasan tepian Kali Lanang juga dimanfaatkan sebagai tempat bersantai sekaligus menikmati kuliner lokal.
Mukhlas mengatakan pengembangan fasilitas wisata terus dilakukan untuk memperluas pengalaman pengunjung, termasuk menghadirkan akomodasi baru di kawasan perkebunan stroberi.
“Untuk wisatawan yang ingin mengeksplorasi alam, bisa mengunjungi Air Terjun Coban Lanang hingga mencicipi kuliner lokal di tepian Kali Lanang. Terbaru ada penginapan ala Korea di Campa Strawberry,” beber Mukhlas.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui Campa Strawberry Glamping Site yang mengusung konsep Korean Glamping Ground. Penginapan ini menawarkan pengalaman bermalam di tengah perkebunan stroberi dengan latar pemandangan Gunung Panderman.
Pada malam hari, pengunjung juga dapat menikmati panorama lampu Kota Batu dari kawasan penginapan. Pengelola menyediakan pilihan akomodasi berupa penyewaan lahan bagi wisatawan yang membawa tenda sendiri maupun Exclusive Tent berkapasitas dua hingga tiga orang.
Fasilitas tenda eksklusif tersebut mencakup tempat tidur, pemanas air, dan akses Wi-Fi. Pengunjung juga dapat menikmati paket grill dan barbecue di depan tenda. Sementara itu, paket rombongan dilengkapi fasilitas api unggun gratis.
Untuk menjangkau berbagai segmen pengunjung, Desa Wisata Pandanrejo menawarkan sejumlah paket dengan rentang harga berbeda. Paket edukasi petik dan edukasi stroberi dipatok Rp25.000 hingga Rp55.000, sedangkan kegiatan outbound dengan fasilitas lengkap berkisar Rp85.000 hingga Rp160.000.
Paket fun rafting sepanjang 7,5 kilometer ditawarkan seharga Rp145.000 hingga Rp195.000. Adapun paket paintball dan tubing berkisar Rp85.000 hingga Rp150.000.
Untuk akomodasi, penyewaan lahan berkemah dengan membawa tenda sendiri dibanderol Rp250.000 hingga Rp350.000. Sementara itu, tarif Exclusive Tent berkapasitas dua hingga tiga orang berkisar Rp900.000 hingga Rp1 juta.
Pengembangan potensi desa tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu. Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menilai pengelolaan potensi pertanian menjadi kegiatan pariwisata merupakan langkah positif untuk memperkuat daya saing destinasi sekaligus mempertahankan identitas lokal.
“Kami di Dinas Pariwisata Kota Batu sangat mengapresiasi konsistensi dan inovasi yang terus dilakukan oleh masyarakat Desa Wisata Pandanrejo melalui BUMDes Raharjo. Pandanrejo adalah bukti nyata bagaimana kearifan lokal, khususnya sektor pertanian stroberi, dapat bertransformasi menjadi industri pariwisata yang modern dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati diri desanya,” ungkap Onny.
Menurut Onny, kehadiran penginapan Campa Strawberry serta pengembangan wisata petualangan melalui kegiatan rafting dan tubing memperlihatkan upaya diversifikasi produk wisata yang dilakukan masyarakat desa.
Konsep One Stop Holiday yang diterapkan Pandanrejo dinilai memberikan pilihan kegiatan dalam satu kawasan, mulai dari wisata edukasi pertanian, permainan yang memacu adrenalin, hingga fasilitas penginapan untuk beristirahat.
“Kami mengundang seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk datang dan merasakan sendiri sensasi berlibur di Desa Wisata Pandanrejo. Dengan latar belakang Gunung Panderman dan Arjuno serta udara yang sejuk, ini adalah pilihan tepat untuk melepas penat dari rutinitas perkotaan,” terangnya.
Onny menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu akan terus mendukung pengembangan desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata daerah. Kolaborasi masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, dan pelestarian alam menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan sektor tersebut.
Pengembangan Desa Wisata Pandanrejo melalui BUMDes Raharjo diharapkan dapat memperluas pemanfaatan potensi pertanian sebagai sumber kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis masyarakat. Perpaduan sektor pertanian, rekreasi, kuliner, dan penginapan menjadi modal bagi desa untuk mempertahankan identitas lokal sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara