Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Potensi Kajian Akademisi Dunia

Disdikbud Kutim membuka peluang bagi akademisi dalam dan luar negeri untuk mengkaji warisan budaya Sangkulirang-Mangkalihat melalui pengembangan fasilitas informasi dan penelitian kebudayaan.

ADVERTORIAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuka peluang kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi dan akademisi dari dalam maupun luar negeri untuk memperluas kajian terhadap kekayaan sejarah dan warisan budaya daerah, termasuk potensi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Upaya tersebut akan didukung melalui rencana pengembangan Galeri Cagar Budaya menjadi museum yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan penelitian kebudayaan.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan keterlibatan kalangan akademisi dan peneliti menjadi salah satu peluang dalam pengembangan pengetahuan mengenai warisan sejarah daerah.

Menurutnya, fasilitas kebudayaan yang dikembangkan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan akses lebih luas kepada peneliti untuk memperoleh informasi dan referensi yang dibutuhkan dalam kegiatan akademis.

“Kami terbuka untuk para peneliti dari luar atau teman-teman dari perguruan tinggi lain, bahkan dalam dan luar negeri,” ujar Ilham saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (05/11/2026).

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah kawasan Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki kekayaan sejarah dan warisan budaya. Informasi mengenai kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari materi kajian yang tersedia melalui pengembangan fasilitas kebudayaan di Kutim.

Melalui penyediaan informasi dan referensi yang lebih luas, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan penelitian sekaligus memperkenalkan potensi sejarah daerah kepada kalangan akademisi dari berbagai wilayah.

Untuk menunjang kebutuhan tersebut, Disdikbud Kutim tengah memproses pengembangan Galeri Cagar Budaya menjadi museum. Perubahan fungsi ini diharapkan dapat meningkatkan peran fasilitas kebudayaan, dari tempat pengenalan peninggalan sejarah menjadi pusat pembelajaran dan rujukan penelitian.

“Syukurnya alhamdulillah Kutai Timur sudah berproses, sementara berproses untuk mendirikan museum karena nanti galeri ini akan menjelma menjadi museum,” katanya.

Ilham menjelaskan, pengembangan museum juga diharapkan dapat memperluas pemanfaatan fasilitas kebudayaan bagi lembaga pendidikan. Dengan demikian, informasi mengenai sejarah dan warisan budaya daerah tidak hanya dapat diakses melalui kegiatan kunjungan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran dan penelitian.

Sasaran pemanfaatannya mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi.

Meski demikian, rencana pengembangan fasilitas kebudayaan tersebut masih menghadapi kebutuhan dukungan pembiayaan. Ilham berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dapat memberikan perhatian terhadap pengalokasian anggaran untuk pembangunan museum dan pengembangan kebudayaan.

“Harapan kami, khususnya saya selaku Kepala Bidang Kebudayaan, pemerintah daerah dapat juga mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pengembangan kebudayaan dan kemudian tentu pembangunan museum,” ungkapnya.

Menurut Ilham, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar rencana pengembangan museum dapat dilanjutkan dan fasilitas tersebut nantinya mampu menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, serta pelestarian warisan budaya secara lebih optimal.

Melalui keterbukaan terhadap kalangan akademisi dan pengembangan fasilitas kebudayaan, Disdikbud Kutim berharap potensi sejarah dan warisan budaya Sangkulirang-Mangkalihat semakin dikenal serta menjadi sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pengembangan tersebut juga diharapkan membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas sekaligus memperkuat peran Kutim dalam pelestarian dan pengkajian warisan budaya daerah. []

Penulis: Hariyadi | Penyunting: Agus Riyanto

About admin04

Check Also

Jaga Warisan Budaya, Disdikbud Kutim Perkuat Pendidikan Lokal

PDF 📄Disdikbud Kutim memperkuat pembelajaran muatan lokal selama dua jam setiap minggu dan memanfaatkan konten …

Festival dan Pesta Adat Jadi Andalan Pelestarian Budaya Kutim

PDF 📄Disdikbud Kutim mengembangkan pelestarian budaya melalui Festival Erau, Belian, Belian Semega, Ufah, dan Embuang …

Disdikbud Kutim Dorong Peningkatan Fasilitas Galeri Budaya

PDF 📄Disdikbud Kutim mendorong peningkatan fasilitas dan pengelolaan Galeri Cagar Budaya agar menjadi sarana pendidikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *