Disdikbud Kutim memperkuat pembelajaran muatan lokal selama dua jam setiap minggu dan memanfaatkan konten digital untuk mengenalkan sejarah, bahasa, serta tradisi daerah kepada generasi muda.
ADVERTORIAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat pengenalan sejarah dan kebudayaan daerah melalui pembelajaran muatan lokal di sekolah. Materi yang mencakup bahasa Kutai, seni, dan tradisi masyarakat tersebut diberikan selama dua jam setiap minggu sebagai upaya menumbuhkan pemahaman serta kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, mengatakan pendidikan formal memiliki peran penting dalam memperkenalkan identitas budaya kepada anak-anak sejak usia sekolah. Melalui kurikulum muatan lokal, peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal kebudayaan daerah secara teori, tetapi juga memahami nilai sejarah dan tradisi yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Penguatan pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya Disdikbud Kutim menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah perubahan kebiasaan generasi muda dalam memperoleh informasi.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (05/11/2026), Ilham menjelaskan bahwa Kutim memiliki beragam kekayaan budaya yang perlu diperkenalkan secara berkelanjutan kepada generasi penerus. Warisan tersebut antara lain tradisi lisan Tarsul, alat musik tradisional Sampe, makanan khas daerah, serta pakaian adat yang mencerminkan keberagaman masyarakat Kutim.
Keberagaman itu turut dipengaruhi keberadaan berbagai kelompok masyarakat, termasuk suku Dayak, Banjar, Basap, dan kelompok lainnya yang memiliki tradisi serta karakteristik kebudayaan masing-masing.
Menurut Ilham, pengenalan budaya daerah melalui pendidikan menjadi penting agar generasi muda memahami asal-usul, sejarah, dan nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat setempat.
“Supaya mereka cinta pada budayanya. Mereka tahu sejarah bangsanya, sejarah daerahnya,” ungkapnya.
Selain melalui pembelajaran di sekolah, Disdikbud Kutim mengembangkan pendekatan berbasis teknologi untuk memperluas akses generasi muda terhadap informasi sejarah dan kebudayaan lokal.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah pelatihan teknik bercerita atau storytelling serta pembuatan konten digital sejarah. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong penyajian materi kebudayaan melalui media yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.
“Nah, sekarang kita punya pemikiran bagaimana mendekatkan generasi muda kita ini dengan konten digital. Maka dibuatlah pelatihan storytelling dan pembuatan konten digital sejarah,” kata Ilham, Kamis (05/11/2026).
Ilham menjelaskan bahwa perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat mengakses pengetahuan. Kondisi tersebut mendorong perlunya penyesuaian metode pengenalan sejarah dan kebudayaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui pelatihan pembuatan konten digital, informasi mengenai tradisi dan sejarah daerah diharapkan dapat disampaikan secara lebih kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.
“Tujuannya agar anak-anak kita ini, generasi muda kita ini bisa belajar mengikuti zamannya,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas ruang pembelajaran kebudayaan di luar lingkungan sekolah. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan dalam memperkenalkan warisan budaya melalui karya digital.
Dengan memadukan pembelajaran muatan lokal dan pemanfaatan teknologi, Disdikbud Kutim berupaya menghadirkan metode pendidikan kebudayaan yang saling melengkapi.
Pembelajaran di sekolah memberikan dasar pengetahuan mengenai sejarah, bahasa, dan tradisi daerah, sedangkan pelatihan konten digital membuka peluang bagi generasi muda untuk menyampaikan kembali pengetahuan tersebut melalui media yang lebih mudah diakses masyarakat.
Melalui pendekatan ini, pengenalan budaya diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi berkembang menjadi bagian dari aktivitas kreatif generasi muda.
Disdikbud Kutim berharap penguatan muatan lokal dan pemanfaatan teknologi dapat membantu menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus menumbuhkan generasi yang mengenal sejarah, menghargai keberagaman, dan memiliki kepedulian terhadap identitas daerahnya. []
Penulis: Hariyadi | Penyunting: Agus Riyanto
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara