Pesta Song 2026 menjadi momentum mendorong generasi muda memanfaatkan kreativitas dan teknologi digital untuk memperkenalkan warisan budaya serta potensi ekonomi masyarakat setempat.
MALAYSIA – Generasi muda di Distrik Song, Sarawak, Malaysia, didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi pariwisata, warisan budaya, dan potensi ekonomi lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkenalkan keunikan kawasan Song kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi setempat.
Dorongan itu disampaikan anggota Parlemen Malaysia dari daerah pemilihan Kapit sekaligus Menteri Pekerjaan Raya Malaysia, Alexander Nanta Linggi, saat menghadiri pembukaan Pesta Song 2026 di Rumah Robert, Nanga Banjor, Sabtu (24/10/2026).
Nanta menilai kreativitas generasi muda dan penggunaan teknologi digital dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi pariwisata Song kepada calon pengunjung dari berbagai daerah.
Menurutnya, promosi berbasis teknologi tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap destinasi wisata, tetapi juga dapat membantu memperluas peluang ekonomi masyarakat setempat.
Pesta Song 2026 dinilai menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan potensi tersebut melalui perpaduan kegiatan olahraga air, pertunjukan budaya, dan keterlibatan masyarakat.
“Penyelenggaraan festival ini tidak hanya menampilkan olahraga air seperti perlombaan perahu motor dan perahu dayung, tetapi juga menjadi wadah untuk melestarikan warisan budaya, memperkuat persatuan, serta memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Nanta.
Pernyataan tersebut disampaikan Nanta dalam sambutannya pada pembukaan festival dan turut dipublikasikan melalui akun Facebook pribadinya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan kebudayaan dan olahraga masyarakat dapat dikembangkan menjadi sarana promosi kawasan, terutama apabila didukung keterlibatan generasi muda.
Dengan memanfaatkan kreativitas serta teknologi digital, pemuda diharapkan mampu memperkenalkan identitas khas Song kepada masyarakat yang belum mengenal potensi wilayah tersebut.
Selain menyoroti peluang pariwisata, Nanta juga menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial dan semangat kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Pesta Song bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga sarana mempererat persatuan serta mempertahankan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Salah satu bentuk kebersamaan tersebut terlihat melalui keikutsertaan para pemimpin masyarakat dalam perlombaan perahu dayung.
Nanta menilai partisipasi tersebut mencerminkan semangat kerja sama dan musyawarah yang perlu terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.
Festival yang diselenggarakan di Rumah Robert, Nanga Banjor, itu menghadirkan perlombaan perahu motor dan perahu dayung sebagai bagian dari kegiatan utama.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan daya tarik wisata Distrik Song.
Nanta menyampaikan apresiasi kepada Tuai Rumah Robert selaku pemimpin rumah panjang, panitia penyelenggara, serta masyarakat Song atas kerja sama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat selama festival dapat terus dipertahankan dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pengembangan potensi daerah.
Melalui keterlibatan generasi muda, pelestarian budaya, dan pemanfaatan teknologi digital, potensi wisata Song diharapkan semakin dikenal sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal. []
Redaksi
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara