IDI Tulungagung Siapkan Peringatan HBDI Tingkat Jawa Timur pada 2027

TULUNGAGUNG – Penguatan pelayanan kesehatan berbasis pengabdian masyarakat menjadi sorotan dalam puncak peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Jabalsari dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Jabalsari tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian yang telah berlangsung sejak Juni 2026.

Mengusung tema “IDI Tulungagung Untuk Masyarakat”, kegiatan ini menghadirkan bakti sosial dan pelayanan kesehatan yang mendapat sambutan masyarakat setempat. Pelaksanaan program selama beberapa bulan menunjukkan upaya IDI Tulungagung untuk mendekatkan peran profesi dokter dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Ketua IDI Cabang Tulungagung, Moch. Mundir Arif, mengapresiasi panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang mendukung rangkaian kegiatan tersebut. Ia menyebut peringatan tahun ini menjadi tahap awal untuk mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan dengan cakupan lebih luas pada tahun berikutnya.

“Kepada panitia, luar biasa terima kasih atas kerjanya yang begitu luar biasa. Kegiatan ini kita mulai sejak bulan Juni sampai bulan Oktober ini puncaknya, selama 5 bulan. Kegiatan ini insyaAllah adalah pemanasan, karena tahun depan tingkatannya adalah level Jawa Timur. Semua dokter di Jawa Timur akan kita undang ke Tulungagung untuk memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia,” ungkap Mundir, sebagaimana dilansir Ketik, Minggu (25/10/2026).

Menurut Mundir, pengabdian dokter tidak semata-mata berkaitan dengan pelayanan medis dan peningkatan kompetensi profesi. Dokter juga memiliki peran dalam gerakan sosial yang berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.

Ia mengaitkan semangat tersebut dengan sejarah Kebangkitan Nasional yang turut melibatkan tokoh-tokoh berlatar belakang kedokteran, seperti Soetomo, Wahidin Soedirohoesodo, dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

“Mengapa kita mengambil momentum ini? Karena gerakan kebangkitan nasional dipelopori oleh para dokter seperti Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Soedirohoesodo, dan Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Ini membuktikan bahwa dokter tidak hanya memberikan pelayanan medis dan mengasah kompetensi, tetapi juga berjuang dan mengabdi secara nyata untuk masyarakat,” tambahnya.

Peringatan HBDI ke-118 ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara tenaga medis dan masyarakat. Melalui kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan, organisasi profesi dokter diharapkan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

IDI Cabang Tulungagung juga menargetkan kegiatan peringatan tahun depan menjangkau tingkat Provinsi Jawa Timur dengan mengundang para dokter dari berbagai daerah. Rencana tersebut diharapkan memperluas kolaborasi dan memperkuat semangat pengabdian profesi dokter kepada masyarakat. []

Redaksi1

About redaksi01

Check Also

Probangdebi Universitas Jember Gelar Edukasi Kesehatan di Desa Jenggawah

PDF 📄Program Rumah Tani Sehat yang digelar Probangdebi Universitas Jember di Desa Jenggawah menggabungkan edukasi …

BUMDes Desa Raharja Kembangkan Anggur Organik di Rumah Kaca

PDF 📄BANJAR – Pemanfaatan aset desa menjadi kegiatan pertanian produktif mulai dikembangkan Badan Usaha Milik …

Golkar Klaten Dorong Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Desa

PDF 📄KLATEN – Potensi pertanian, peternakan, dan perikanan di desa menjadi fokus pendekatan kaderisasi Dewan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *