Warga Desa Tanggalrejo, Jombang, terlibat bersama pemerintah desa dan karang taruna dalam menampilkan budaya wayang Nusantara pada Wirosobo Fest 2026, dengan persiapan yang dilakukan hanya selama satu minggu.
JOMBANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk membawa budaya wayang Nusantara ke panggung Wirosobo Fest 2026. Keterlibatan tersebut tidak hanya menghasilkan penampilan budaya, tetapi juga menjadi upaya desa mengenalkan kembali warisan tradisional kepada masyarakat.
Penampilan Pemdes Tanggalrejo bersama karang taruna (Kartar) dan masyarakat berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, unsur wayang dipadukan dengan ornamen, motif kain, serta warna yang terinspirasi dari beragam budaya daerah di Indonesia.
Kepala Desa (Kades) Tanggalrejo Dimas Wahyu Ramadhana mengatakan keterlibatan Pemdes Tanggalrejo dalam kegiatan tersebut sejak awal diarahkan sebagai ruang untuk memperkenalkan dan menjaga budaya tradisional, khususnya perwayangan. Pernyataan itu disampaikannya sebagaimana diberitakan Radar Jombang, Kamis, (24/09/2026).
”Partisipasi kasmi dalam ajang ini sebagai ruang untuk mengenalkan dan menjaga budaya tradisional, khususnya tentang dunia perwayangan,” tandas kades yang akrab disapa Mas Dhona ini.
Menurut Dimas, wayang tidak hanya menjadi bagian dari budaya Jawa, tetapi juga merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai filosofi, cerita, seni, dan karakter yang beragam.
”Melalui karnaval kostum perwayangan, kami ingin menggambarkan keindahan budaya Nusantara yang beragam namun tetap satu. Unsur wayang dipadukan dengan ornamen, motif kain, dan warna yang terinspirasi dari berbagai budaya daerah di Indonesia,” lanjutnya.
Keterlibatan masyarakat juga terlihat dari dukungan terhadap penampilan jajaran Pemdes Tanggalrejo. Dalam parade tersebut, Dimas bersama istrinya memerankan tokoh Rama dan Sinta. Penampilan itu turut menampilkan sejumlah tokoh pewayangan, seperti Punakawan yang terdiri atas Bagong, Petruk, Gareng, dan Semar, serta Hanoman dan Rahwana.
Dimas mengapresiasi keterlibatan masyarakat desa yang mendukung proses persiapan hingga pelaksanaan penampilan. Dukungan tersebut menurutnya menjadi bagian penting karena persiapan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
”Kami sebagai perwakilan jajaran pemdes menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi, partisipasi, dan kontribusi dari semua elemen masyarakat Desa Tanggalrejo yang telah mendukung kami selama masa persiapan hingga pelaksanaan, dengan masa persiapan hanya satu minggu kami tetap dapat meraih prestasi,” ujarnya.
Keterlibatan Pemdes Tanggalrejo dalam Wirosobo Fest 2026 kemudian membuahkan juara ketiga kategori busana untuk kategori Pemdes. Penghargaan tersebut diserahkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mojoagung dan panitia di pendopo Kecamatan Mojoagung pada Jumat (18/9/2026).
Camat Mojoagung Arief Hidajat mengatakan Wirosobo Fest juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memiliki kaitan dengan pergerakan ekonomi di tingkat lokal.
”Wirosobo Fest merupakan identitas Kecamatan Mojoagung, selain menjadi ajang kreativitas, momen ini turut menggerakkan perekonomian lokal. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimcam Mojoagung,” tambahnya.
Bagi Desa Tanggalrejo, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui keterlibatan pemerintah desa, karang taruna, dan masyarakat secara bersama-sama. Penampilan wayang Nusantara diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk terus mengenalkan kekayaan budaya kepada khalayak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara