Batik Wakaroros Warnai Prestasi Duta Budaya Kutim

Batik Wakaroros diperkenalkan dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026 di Surakarta, mengiringi keberhasilan dua perwakilan Kutim meraih penghargaan nasional.

ADVERTORIAL – Batik Wakaroros, salah satu kekayaan budaya Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendapat kesempatan diperkenalkan di tingkat nasional melalui ajang Duta Budaya Indonesia 2026 yang berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah, pada 17–22 Oktober 2026. Penampilan batik khas daerah tersebut turut mewarnai keberhasilan dua perwakilan Kutim yang meraih juara pertama kategori putri dan juara kedua kategori putra.

Ajang yang diselenggarakan Yayasan Duta Budaya Indonesia tersebut diikuti 20 finalis dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara, termasuk motif batik khas Kutim.

Batik Wakaroros menjadi salah satu unsur budaya yang ditampilkan perwakilan Kutim. Keindahan motif dan karakter budaya yang diangkat dalam desainnya disebut mendapat apresiasi dari dewan juri.

Keikutsertaan perwakilan Kutim sekaligus memperlihatkan peran generasi muda dalam memperkenalkan warisan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas melalui kompetisi tingkat nasional.

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian tersebut saat menghadiri malam penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (24/10/2026).

“Dan ternyata betul, pengumuman finalis dan yang mendapatkan penghargaan, yang wanita Kutai Timur menduduki juara pertama Duta Budaya Indonesia,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Penghargaan kategori putri menjadi pencapaian tertinggi perwakilan Kutim dalam kompetisi tersebut. Sementara itu, perwakilan putra turut mengharumkan nama daerah dengan meraih posisi kedua atau runner-up.

“Jadi, dua-duanya mendapatkan juara,” tambah Ardiansyah.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya daerah dapat berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas dan prestasi generasi muda.

Ardiansyah berharap pencapaian kedua perwakilan Kutim mampu mendorong semakin banyak anak muda untuk mengenali, menggali, dan mempromosikan kekayaan budaya daerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan positif yang memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi, khususnya di bidang kebudayaan.

Melalui prestasi tersebut, Batik Wakaroros diharapkan semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Kutim. Keikutsertaan generasi muda dalam kegiatan serupa juga diharapkan dapat memperluas promosi budaya daerah sekaligus membuka peluang prestasi pada tingkat nasional maupun internasional. []

About admin04

Check Also

Tutup HUT ke-27 Kutim, Ardiansyah Tekankan Kinerja ASN

PDF 📄Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengajak ASN meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama …

Bupati Kutim Dorong Edukasi Kanker Serviks bagi Pelajar Putri

PDF 📄Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendorong edukasi kesehatan reproduksi bagi pelajar putri untuk meningkatkan kesadaran …

Bupati Kutim Minta Puskesmas Perluas Layanan Jaminan Sosial Pekerja

PDF 📄Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendorong perluasan pelayanan jemput bola melalui puskesmas dan kecamatan untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *