Kegiatan Cultural Visit Kampung Putri Terung di Sidoarjo mengenalkan sejarah kawasan, rujukan Prasasti Kudadu, batik lokal, dan permainan tradisional untuk memperkuat pelestarian budaya serta identitas masyarakat.
SIDOARJO DESA – NUSANTARA – Pelestarian sejarah lokal dan keterampilan membatik menjadi fokus kegiatan Cultural Visit Kampung Putri Terung yang digelar di kawasan makam Putri Terung, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan komunitas seni, budaya, dan penggiat sejarah untuk mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda sekaligus mendorong keberlanjutan tradisi desa.
Agenda tersebut tidak hanya menampilkan sejarah kawasan, tetapi juga mengangkat batik khas Desa Terung dan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga. Melalui pengenalan langsung terhadap peninggalan sejarah dan praktik budaya, peserta diajak memahami keterkaitan antara masa lalu, kehidupan masyarakat saat ini, dan upaya pelestarian pada masa mendatang.
Sejumlah komunitas turut hadir, antara lain Putri Kebaya Indonesia, Putri Kebaya Jawa Timur, Duta Seni dan Budaya Jawa Timur, Mister Grand Star Jawa Timur, Putra Jawa Timur, serta para penggiat sejarah. Pemerintah Desa (Pemdes) Terung Wetan diwakili perangkat desa, M. Andri Irawan.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di pendopo dengan pembukaan dan sambutan dari koordinator tamu serta pengurus kawasan makam Putri Terung. Selanjutnya, juru pelihara kawasan, Sumaji, memaparkan sejarah setempat sebagai pengantar bagi peserta untuk mengenali jejak perjalanan masyarakat Terung.
Pembahasan sejarah kemudian diperdalam melalui materi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sidoarjo yang disampaikan M. Tri Kisnowo Hadi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa wilayah Trung telah dikenal sebelum berdirinya Kerajaan Majapahit.
Penjelasan tersebut merujuk pada Prasasti Kudadu yang menyebut penguasa wilayah bernama Rakriyan Wuru Agraja. Rujukan ini menjadi pintu masuk untuk memahami kemungkinan keterkaitan kawasan Terung dengan dinamika sejarah yang lebih luas di wilayah Jawa Timur.
Meski demikian, penelusuran sejarah tetap memerlukan kajian sumber yang cermat agar informasi mengenai masa lampau dapat dipahami secara akurat dan dipertanggungjawabkan. Pengenalan bukti sejarah dalam kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap nilai penting peninggalan budaya.
Selain aspek sejarah, kegiatan juga mengangkat potensi ekonomi kreatif melalui pengenalan batik Desa Terung. Sugianto, guru batik dari Wage, memberikan pemaparan mengenai produk unggulan desa dan keterampilan membatik. Sesi ini membuka kesempatan bagi peserta untuk mengenal proses kreatif di balik produk budaya sekaligus memahami peluang pengembangannya.
Pengenalan permainan tradisional turut melengkapi agenda tersebut. Permainan yang diwariskan antargenerasi dinilai menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dapat terus diperkenalkan melalui kegiatan edukatif dan interaksi langsung dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kawasan makam Putri Terung diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lokasi bersejarah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran budaya yang menghubungkan sejarah, keterampilan tradisional, dan partisipasi masyarakat. Keberlanjutan kegiatan serupa dapat memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga warisan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan potensi budaya Desa Terung. []
Redaksi01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara