KEBUMEN – Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, memperkuat pengembangan wisata berbasis sejarah melalui Ambalresmi Fashion Carnival yang digelar pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi desa untuk memperkenalkan warisan sejarah Kadipaten Ambal sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat. Pada hari yang sama, Desa Wisata Ambalresmi memperoleh kenaikan status dari kategori rintisan menjadi berkembang.
Kepala Desa Ambalresmi, Wagino, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan yang mengangkat sejarah desa tersebut. Partisipasi pemuda dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas lokal kepada pengunjung.
“Kami berterima kasih kepada muda-mudi Ambalresmi yang aktif berpartisipasi. Ini adalah cara mereka mencintai sejarah desanya sendiri,” kata Wagino di sela kegiatan.
Pengakuan terhadap perkembangan desa wisata itu ditandai dengan penyerahan sertifikat kenaikan status oleh Dinas Pariwisata Kebumen. Perubahan status tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafenas), yang diperingati setiap 24 Oktober.
Karnaval juga memperlihatkan bagaimana sejarah dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi desa. Sejumlah pengunjung, termasuk wisatawan dari Verona, Italia, dan Bogor, Jawa Barat, menyaksikan rangkaian acara sekaligus berinteraksi dengan pelaku usaha lokal. Bazar yang menghadirkan sate Ambal dan kerajinan tangan warga menjadi salah satu ruang berlangsungnya transaksi ekonomi.
Rangkaian kegiatan diselenggarakan di kawasan Tugu Ambal, yang berada di jalur Jalan Raya Pos dan memiliki keterkaitan dengan sejarah pemerintahan serta perkembangan ekonomi kawasan tersebut. Acara meliputi pertunjukan Kuda Kepang Turonggo Resmi, sendratari kolosal, dan lokakarya pemetaan sejarah.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bersama pemuda desa turut berperan dalam penyelenggaraan kegiatan. Keterlibatan kelompok masyarakat ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi tidak hanya bergantung pada keberadaan situs bersejarah, tetapi juga pada partisipasi warga dalam mengemas dan memperkenalkan potensi lokal.
Sebagaimana diberitakan Indonesia Media Center, Sabtu (24/10/2026), rangkaian Festival Path of History dijadwalkan berlanjut hingga Minggu (25/10/2026) dan terbuka untuk umum. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas pengenalan sejarah Ambalresmi sekaligus mendukung keberlanjutan wisata dan ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat desa. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara