Libatkan Guru dan Pelajar, Disdikbud Kutim Perkuat Pemajuan Budaya

Meski efisiensi anggaran membatasi jumlah sasaran, Disdikbud Kutim tetap menjalankan pembinaan budaya lokal melalui pelatihan guru, penguatan lembaga seni, Tarsul, dan digitalisasi sejarah bagi pelajar.

ADVERTORIAL – Efisiensi anggaran membuat jangkauan program pemajuan kebudayaan di Kutim belum dapat menyasar lebih banyak peserta. Kendati demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim tetap menjalankan sejumlah kegiatan, termasuk pelatihan teater bagi guru, pembinaan budaya lokal, penguatan tata kelola lembaga seni, hingga digitalisasi sejarah yang melibatkan pelajar.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kutim Ilham mengatakan keterbatasan anggaran tidak menghentikan upaya memulai pembinaan terhadap berbagai unsur kebudayaan. Program yang telah berjalan tahun ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas kegiatan pada tahap berikutnya.

“Jadi anak-anak kita dibekali dengan itu, dan sudah kita lakukan tahun ini, walaupun dengan sasaran yang belum terlalu banyak karena melihat anggaran kita juga ada efisiensi. Tapi harapan kita dari situ kita memulai, kalau starting point-nya sudah ada,” jelasnya.

Salah satu program yang diarahkan kepada generasi muda ialah digitalisasi konten sejarah. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dibekali kemampuan mendokumentasikan dan menyajikan sejarah lokal dalam bentuk konten digital sehingga warisan sejarah dapat disampaikan menggunakan medium yang lebih dekat dengan generasi muda.

Selain menyasar pelajar, Disdikbud Kutim juga meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan teater. Langkah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program yang mendukung 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di daerah.

“Salah satu kegiatan yang sementara yang sudah kita lakukan seperti pelatihan teater, pelatih teater bagi guru di sekolah,” ujar Ilham usai menghadiri Seminar Laporan Pendahuluan Kajian Penulisan Buku Sejarah, Selasa (22/09/2026).

Penguatan kebudayaan juga dilakukan dengan membenahi tata kelola lembaga seni dan budaya. Pembinaan kelembagaan tersebut ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan aktivitas seni dan budaya lokal agar tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan kegiatan yang bersifat insidental.

Pada saat yang sama, Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim mulai menyentuh pembinaan ekspresi budaya lokal, salah satunya melalui pelatihan Tarsul.

“Kita dari bidang kebudayaan itu juga sudah menyentuh pembinaan untuk budaya-budaya yang sifatnya lokal, ya seperti Tarsul tadi,” katanya.

Rangkaian program tersebut menunjukkan strategi pemajuan kebudayaan yang tidak hanya bertumpu pada pelestarian tradisi, tetapi juga menghubungkan budaya dengan pendidikan, penguatan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Meski sasaran kegiatan tahun ini masih terbatas akibat efisiensi anggaran, Disdikbud Kutim berharap langkah awal tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperluas pembinaan budaya pada masa mendatang. Pelibatan guru, pelajar, lembaga seni, dan pelaku budaya lokal diharapkan menjaga kesinambungan warisan budaya sekaligus membuka ruang regenerasi bagi generasi muda di Kutim. []

About admin04

Check Also

DPMD Kutim Siapkan Verifikasi Empat Desa Persiapan Menuju Definitif

PDF 📄Empat desa persiapan di Kutim berpacu memenuhi persyaratan dan menjalani verifikasi faktual sebelum batas …

Disdikbud Kutim Libatkan Lintas Sektor Susun Tiga Buku Sejarah

PDF 📄Sekitar 50 peserta dari DPRD, perangkat daerah, akademisi, organisasi keagamaan, lembaga adat, guru, hingga …

DPMPTSP Kutim Jemput Bola, Permudah UMKM Urus NIB Tanpa Calo

PDF 📄DPMPTSP Kutim mendorong pelaku UMKM mengurus NIB secara mandiri melalui OSS dengan pendampingan petugas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *