Desa Wisata Berjo Ubah Kulit Pisang Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KARANGANYAR – Inovasi pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi cookies (kue kering) premium dikembangkan di Desa Wisata Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Produk tersebut tidak hanya menawarkan nilai tambah dari limbah pangan, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Pengembangan produk dilakukan oleh mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid Jakarta, Alex D. Santoso, melalui penelitian yang melibatkan warga Desa Berjo. Kulit pisang yang sebelumnya hanya menjadi limbah diolah menjadi tepung sebagai bahan utama pembuatan cookies, sebagaimana dilansir Tempo, Rabu (01/07/2026).

“Saya suka sekali cookies dan cokelat. Karena latar belakang saya juga seorang chef, saya berpikir bagaimana mengolah limbah menjadi produk yang bernilai,” kata Alex.

Alex menjelaskan, bahan baku diperoleh dari sentra produksi keripik pisang di kawasan Solo Raya. Kulit pisang dipotong, dicuci, dijemur selama dua hari hingga kering, kemudian digiling menjadi tepung halus. Dari sekitar lima kuintal limbah kulit pisang setiap hari, dihasilkan sekitar satu kuintal tepung yang selanjutnya diolah menjadi bahan pangan.

Dalam proses pembuatannya, komposisi tepung terdiri atas 75 persen tepung kulit pisang dan 25 persen tepung terigu. Sebagai pemanis, produk tersebut menggunakan gula aren untuk menghasilkan cita rasa yang lebih khas.

“Dari berbagai percobaan, kami menemukan komposisi yang tepat. Ternyata tepung kulit pisang bisa menjadi bahan utama dan menghasilkan rasa yang enak,” ujarnya sambil menambahkan, “Cookies ciptaannya menyimpan manfaat kesehatan. Kulit pisang diketahui mengandung serat yang tinggi sehingga baik untuk pencernaan,” kata dia lagi.

Menurut Alex, inovasi tersebut tidak hanya ditujukan sebagai bagian dari penelitian akademik, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah yang selama ini belum dimaksimalkan.

Selama empat bulan penelitian, masyarakat Desa Berjo turut dilibatkan dalam proses produksi. Pemilik usaha keripik pisang Minions Winner Sumber Echo, Rifal Alfandi, mengatakan inovasi tersebut memberikan alternatif pemanfaatan limbah sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan warga.

“Kulit pisang yang biasanya dibuang kami manfaatkan menjadi cookies yang jadi inovasi produk baru. Harapannya bisa mengurangi sampah dan menambah penghasilan masyarakat,” ujar Rifal.

Hingga kini, produk cookies kulit pisang masih berada pada tahap riset pasar dan belum dipasarkan secara komersial. Namun, respons awal terhadap produk tersebut dinilai positif dan menjadi salah satu inovasi yang memperkaya potensi Desa Wisata Berjo sebagai kawasan pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Babinsa Sape Tingkatkan Kewaspadaan Warga Lewat Patroli Malam

PDF 📄BIMA – Aparat TNI bersama pemerintah desa dan masyarakat memperkuat upaya menjaga keamanan lingkungan …

Babinsa Ingatkan Pentingnya Siskamling Demi Keamanan Desa

PDF 📄BINTAN – Komunikasi Sosial (Komsos) yang digelar Babinsa Desa Pengundang bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat …

Babinsa Tegaskan Dukungan untuk Kepemimpinan Baru Desa Tambak Sawah

PDF 📄SIDOARJO –  Serah terima jabatan Kepala Desa (Kades) Tambak Sawah periode 2026–2034 di Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *