HUT ke-81 RI, 5.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Pesisir Rote Ndao

ROTE NDAO – Upaya pemulihan kawasan pesisir di Desa Baadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, diperkuat melalui penanaman 5.000 bibit mangrove yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus langkah awal rehabilitasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan masyarakat melaksanakan penanaman pada 15 Agustus 2026. Program tersebut tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi akan dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar mangrove mampu tumbuh menjadi ekosistem yang memberikan manfaat jangka panjang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan KKP Koswara mengatakan keberhasilan rehabilitasi tidak dapat hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Menurut dia, keberlanjutan pertumbuhan mangrove menjadi faktor penting dalam menentukan manfaat ekologis yang dihasilkan.

“Kita mulai dengan 5.000 bibit mangrove sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem mangrove di Desa Baadale. Selanjutnya, penanaman akan terus dilanjutkan secara bertahap,” ujar Koswara dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (18/8/2026).

Koswara menekankan pemeliharaan dan pengawasan pascapenanaman diperlukan untuk memastikan bibit yang telah ditanam dapat bertahan dan berkembang. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi kawasan pesisir.

Mangrove memiliki peran ekologis yang luas, mulai dari menyediakan habitat dan sumber makanan bagi berbagai jenis biota hingga membantu melindungi garis pantai dari abrasi. Vegetasi pesisir tersebut juga berperan dalam menyimpan karbon sehingga keberadaannya memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan.

Manfaat mangrove tidak hanya berkaitan dengan lingkungan. Keberadaan ekosistem tersebut juga berpotensi mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Pelibatan warga dalam kegiatan rehabilitasi menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan program. Bupati Rote Ndao menilai keterlibatan masyarakat dapat mendorong kesadaran sekaligus membangun rasa memiliki terhadap kawasan mangrove.

“Yang kita tanam hari ini bukan hanya bibit mangrove, tetapi juga harapan bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir di masa depan,” ujarnya.

Penanaman di Desa Baadale menjadi tahap awal dari komitmen KKP bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memperkuat kolaborasi dalam rehabilitasi, pemeliharaan, dan pengawasan mangrove. Keberlanjutan program diharapkan mampu menjaga sumber daya pesisir sekaligus mempertahankan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat hingga generasi mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kementerian HAM Turunkan 150 Ribu Petugas ke Desa

PDF đź“„TIMIKA – Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyiapkan 150.000 petugas tahap pertama …

Masjid Wapauwe Bertahan 600 Tahun Berkat Aturan Adat

PDF đź“„MALUKU – Masjid Tua Wapauwe di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, tetap …

NTB Targetkan Kemiskinan Turun di Bawah 10 Persen

PDF đź“„MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mengarahkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *