Imigrasi Sikka Gandeng YKS Edukasi Migrasi Aman di Lembata

LEMBATA Pemerintah Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata resmi ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sikka. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait migrasi aman, pengurusan dokumen keimigrasian, hingga pencegahan tindak pidana perdagangan orang.

Kegiatan sosialisasi pembentukan Desa Binaan Imigrasi berlangsung di Hotel Palm Lembata pada Selasa, 6 Mei 2026. Acara itu dihadiri Camat Ile Ape, perwakilan Kejaksaan Negeri Lembata, Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS), perangkat Desa Kolontobo, serta tokoh masyarakat.

Program tersebut dinilai penting karena Desa Kolontobo menjadi salah satu desa dengan jumlah warga perantau cukup besar di Kecamatan Ile Ape. Banyak masyarakat setempat bekerja di luar daerah maupun luar negeri, terutama ke Malaysia dan sejumlah negara lainnya.

Camat Ile Ape menyampaikan apresiasi atas langkah Kantor Imigrasi Sikka yang memilih Desa Kolontobo sebagai desa binaan. Menurutnya, edukasi mengenai migrasi aman sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pilihan Desa Kolontobo sebagai desa binaan Imigrasi sangat tepat. Warga kami cukup banyak yang bermigrasi ke luar negeri untuk bekerja. Karena itu, edukasi dan pendampingan terkait dokumen keimigrasian dan migrasi aman sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya sebagaimana diberitakan Aksi News, Kamis, (08/05/2026).

Kepala Desa (Kades) Kolontobo, Lambertus Nuo, mengatakan program tersebut menjadi langkah penting dalam melindungi warga yang hendak bekerja ke luar negeri agar menggunakan jalur resmi dan dokumen lengkap.

“Kami sangat mengapresiasi pimpinan Imigrasi Sikka yang telah memilih Desa Kolontobo sebagai desa dampingan. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi masyarakat kami yang hendak bekerja di luar negeri agar memiliki dokumen yang lengkap dan mengikuti jalur yang resmi,” katanya.

Ia menambahkan, Desa Kolontobo sebelumnya juga telah mendapat pendampingan dari Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) terkait edukasi perlindungan pekerja migran dan bahaya perdagangan orang.

Dalam sosialisasi itu, pihak Imigrasi Sikka menjelaskan program Desa Binaan Imigrasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur pembuatan paspor, migrasi aman, serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Warga juga diberi kesempatan berdialog terkait persoalan migrasi dan pengurusan dokumen perjalanan luar negeri.

Selain sosialisasi, kegiatan tersebut turut dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Imigrasi Sikka dan YKS sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam pendampingan masyarakat desa. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pendataan Desa di Pemalang Bertransformasi, PKK Ambil Peran Strategis

PDF đź“„PEMALANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pemalang memperkuat sistem …

Ketua Tim Posyandu Desa se-Boalemo Dikukuhkan, Pelayanan Dasar Diperkuat

PDF đź“„BOALEMO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo mempercepat pelaksanaan enam layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) …

Mobil Pickup dan Motor Roda Tiga KDMP Resmi Mengaspal di Pekalongan

PDF đź“„PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mulai mengoperasikan puluhan kendaraan untuk mendukung aktivitas Koperasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *