Sambora Ditunjuk Jadi Lokasi Gema Membangun Desa 2026

MEMPAWAH – Desa Sambora, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, resmi ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program Gema Membangun Desa Tahun 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar), dengan fokus penguatan destinasi wisata paralayang sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Program yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026 itu tidak hanya menghadirkan layanan pemerintah langsung ke masyarakat, tetapi juga menjadi momentum akselerasi pengembangan potensi unggulan desa, terutama sektor pariwisata dan ketahanan pangan.

Kepala Desa Sambora, Fransiskus Tinus, menyampaikan bahwa penunjukan desanya sebagai lokasi kegiatan merupakan hasil proses survei yang dilakukan Pemprov Kalbar sebelum penetapan resmi.

“Awalnya dari hasil beberapa survei, salah satunya desa kita yang terpilih dalam Gema Membangun Desa Tahun 2026. Persiapannya sudah kami lakukan sejak beberapa minggu lalu bersama masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat,” sebagaimana dilansir Sonora, Jumat (08/05/2026).

Menurut Fransiskus, antusiasme masyarakat cukup tinggi karena program berskala provinsi tersebut baru pertama kali digelar di Desa Sambora, berbeda dengan kegiatan serupa yang sebelumnya lebih banyak berlangsung di tingkat kabupaten.

“Kalau kegiatan di tingkat kabupaten memang sudah sering dilaksanakan. Tetapi di tingkat provinsi, ini baru pertama kali di Desa Sambora. Tentu masyarakat sangat berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi desa,” ujarnya.

Salah satu fokus pengembangan desa saat ini adalah destinasi wisata paralayang yang dinilai memiliki daya tarik dan potensi ekonomi jangka panjang. Pemerintah desa bahkan telah lebih dulu memulai pembangunan kawasan tersebut sebelum penetapan program provinsi.

“Sejak awal sebelum ada agenda Gema Membangun Desa ini, kami sudah memiliki kegiatan pengembangan destinasi wisata Paralayang. Mungkin langkah itu yang membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mau berkolaborasi dengan pemerintah Desa Sambora,” ungkapnya.

Saat ini, pembangunan infrastruktur pendukung wisata paralayang masih berlangsung, termasuk akses jalan dan fasilitas istirahat bagi wisatawan. Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengembangan lanjutan.

“Sekarang masih tahap pembangunan tempat istirahat Paralayang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi dan Dispora terkait pengembangan proyek Paralayang selanjutnya,” jelasnya.

Selain sektor wisata, Desa Sambora juga mengembangkan program ketahanan pangan melalui perbaikan akses jalan usaha tani serta pengadaan alat pertanian guna meningkatkan produktivitas petani lokal.

“Ada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk akses jalan usaha tani dan pengadaan alat pertanian seperti hand tractor beserta perlengkapannya,” tambah Fransiskus.

Rangkaian kegiatan Gema Membangun Desa turut diisi dengan senam sehat bersama masyarakat, perangkat daerah, dan Bupati Mempawah di lapangan sepak bola desa, yang menunjukkan tingginya partisipasi warga sejak pagi hari.

Program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Sambora sebagai desa wisata berbasis olahraga petualangan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Mempawah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Serang Gandeng Mahasiswa UGM untuk Genjot Potensi Desa

PDF đź“„SERANG – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diterjunkan ke Kecamatan Mancak, Kabupaten …

Dari Dapur Desa Muaro Jambi, Pisang Jadi Ikon Jamuan Adat

PDF đź“„MUARO JAMBI – Tradisi jamuan adat dalam acara ngunduh mantu di Desa Muaro Jambi, …

DPR Buka Peluang Desa Adat Ikut Menentukan Arah Investasi Daerah

PDF đź“„DENPASAR – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Hukum Adat kembali menguatkan posisi desa adat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *