BANDUNG – Upaya penguatan ekonomi desa berbasis pengelolaan limbah kembali diperkuat melalui inovasi budidaya maggot yang dikembangkan mahasiswa Pascasarjana Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung di Desa Wisata Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Program ini diarahkan untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus menjawab persoalan sampah di kawasan wisata desa.
Kegiatan diseminasi bertajuk Pelatihan Pertanian Sirkular Berbasis Maggot tersebut digelar di Gedung Serbaguna Desa Kertawangi sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM. Program ini menjadi bentuk keterlibatan akademisi dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Inisiatif ini dilaksanakan oleh mahasiswa Pascasarjana Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Poltekpar NHI Bandung, yakni Dede Rusnadi, Minati Putri Larasati, M. Rizki Fauzy, dan Rian Andani. Kegiatan ini turut didampingi dosen pengampu, Wawan Gunawan dan Sukmadi.
Program tersebut memperkenalkan pemanfaatan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang dapat menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyarakat desa. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat rantai ekonomi lokal sekaligus mengurangi beban lingkungan di kawasan wisata.
“Program ini merupakan bentuk kontribusi akademis dalam mendukung pengembangan desa wisata berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular yang aplikatif,” sebagaimana diberitakan Bisnis Today, Kamis (07/05/2026).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga maupun sektor usaha kecil agar dapat diolah menjadi pakan ternak alternatif melalui budidaya maggot.
Program ini sekaligus menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan produktif di sektor pariwisata berbasis desa.
Ke depan, inovasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi unit usaha baru di Desa Wisata Kertawangi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat posisi desa sebagai destinasi wisata berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara