Lubang Menganga di Astapada, Warga Harap Solusi Nyata

CIREBON – Akses vital warga di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon (Cirebon) kian terancam akibat kerusakan parah Jalan Ki Ageng Tapa yang tak kunjung diperbaiki, memicu kekhawatiran terhadap keselamatan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi jalan penghubung antar desa dan kecamatan tersebut dipenuhi lubang besar dan permukaan tidak rata. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat musim hujan ketika genangan air menutupi lubang jalan.

Kerusakan yang terjadi tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memperlambat mobilitas warga. Aktivitas ekonomi ikut terganggu karena distribusi barang dan akses layanan menjadi terhambat.

Kepala Desa (Kades) Astapada, Komala, menyebutkan perbaikan jalan sebenarnya sudah lama diusulkan, namun belum terealisasi hingga saat ini.

“Perbaikan sudah direncanakan sejak tahun lalu. Mudah-mudahan bisa terealisasi pada 2027. Kondisi jalan ini sudah rusak kurang lebih lima tahun,” ujarnya, sebagaimana dilansir Fajar Cirebon, Selasa (05/05/2026).

Ia menjelaskan, jalan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai jalur utama penghubung antarwilayah. Letaknya yang berdekatan dengan sungai juga membuatnya rentan terdampak banjir, sehingga mempercepat kerusakan.

Menurutnya, penanganan yang dilakukan ke depan perlu bersifat jangka panjang agar kerusakan tidak terus berulang.

“Kalau ingin tahan lama, sebaiknya jalan dibeton,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. Jalan yang layak dinilai krusial dalam menunjang akses pendidikan, layanan kesehatan, serta kelancaran roda ekonomi masyarakat.

Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang paling rentan mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang. Perbaikan jalan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya peningkatan konektivitas wilayah secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Sebulu Ulu, Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Tahap Pemeriksaan

PDF đź“„KUTAI KARTANEGARA – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, …

Energi Alternatif dari Sampah Menanti Kepastian Hukum di Kendal

PDF đź“„KENDAL – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol di Desa Margorejo, …

Potensi Desa Digarap Serius, Lahan BUMDes Limau Manis Hasilkan Panen Jagung

PDF đź“„INDRAGIRI HILIR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mianggul Gemilang Desa Limau Manis, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *