Satgas PKH Kepung Tiga Lokasi Tambang Emas Ilegal di Jambi

Pasis Dikreg LXVIII Seskoad 2026 membagikan panduan penanganan dan nomor kontak pelaporan kebakaran kepada warga Desa Pelabuhan Dalam, Ogan Ilir, guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman karhutla.

OGAN ILIR – Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Untuk memperkuat upaya tersebut, Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 2026 membagikan selebaran panduan pencegahan dan penanganan karhutla kepada warga Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (07/11/2026).

Melalui pembagian selebaran tersebut, masyarakat diberikan informasi praktis mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Materi yang dibagikan juga memuat nomor kontak yang dapat dihubungi apabila terjadi karhutla di wilayah setempat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga, terutama di kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran. Dengan informasi yang mudah diakses, masyarakat diharapkan dapat mengetahui tindakan awal yang perlu dilakukan sekaligus segera melaporkan kejadian kebakaran kepada pihak terkait.

Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari penyuluhan yang sebelumnya telah dilaksanakan Pasis Seskoad di Desa Pelabuhan Dalam. Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai berbagai faktor penyebab karhutla, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan, serta langkah pencegahan dan penanggulangan ketika kebakaran terjadi.

Respons positif masyarakat terhadap kegiatan edukasi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran, terutama melalui pencegahan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Kepala Desa (Kades) Pelabuhan Dalam, Jauhari, menilai kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk menghadapi ancaman karhutla. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga wilayah agar tetap aman dari ancaman Karhutla,” ujar Jauhari, sebagaimana diberitakan Sumeks, Sabtu (07/11/2026).

Keterlibatan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad 2026 dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi TNI melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Program ini juga mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 0402/Ogan Komering Ilir (OKI)-Ogan Ilir (OI).

Dengan pembekalan informasi dan penyediaan akses pelaporan, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pencegahan sejak dini. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan warga menjadi modal penting untuk menjaga Desa Pelabuhan Dalam serta wilayah sekitarnya dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Kader Kesehatan Ikut Jadi Penopang Klinik Desa Merah Putih

PDF 📄 Kementerian Kesehatan menetapkan pelayanan dasar Klinik Desa/Kelurahan Merah Putih cukup didukung satu perawat, …

Desa Pandanrejo Kembangkan Wisata Stroberi, dari Petik Buah hingga Glamping

PDF 📄KOTA BATU – Pemanfaatan lahan pertanian stroberi menjadi salah satu kekuatan pengembangan ekonomi Desa …

Petani Desa Rasau Didorong Jadi Penyangga Pasokan Cabai Merangin

PDF 📄MERANGIN – Petani Desa Rasau, Kecamatan Renah Pamenang, didorong mengambil peran lebih besar dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *