Berbekal keterampilan yang dipelajari sejak kecil dan teknik yang diasah secara mandiri melalui YouTube, Ikbal Taupik mengembangkan Iqbal Art hingga menerima pesanan kerajinan kayu dari berbagai wilayah Indonesia dan Malaysia.
LEBAK BANTEN DESA NUSANTARAÂ – Berawal dari keterampilan mengukir kayu yang dipelajari sejak sekolah dasar, Ikbal Taupik (37), perajin asal Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kini mengembangkan usaha kerajinan bernama Iqbal Art dengan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia. Ia mengasah kemampuannya secara mandiri, termasuk mempelajari teknik pembuatan patung melalui YouTube.
Ikbal, penyandang disabilitas rungu dan wicara, memproduksi beragam kerajinan, mulai dari ukiran foto, piala, kotak tisu, dan asbak hingga patung hewan berukuran besar. Pesanan yang datang melalui media sosial menjadi salah satu cara usahanya menjangkau pelanggan di luar daerah.
Saat ditemui di bengkel kerjanya pada Senin (26/10/2026), Ikbal tengah mengerjakan dua patung singa setinggi tiga meter untuk pelanggan dari Kota Serang. Pesanan tersebut menunjukkan bagaimana keterampilan mengolah kayu yang ditekuninya dapat dikembangkan menjadi produk sesuai permintaan konsumen.
“Saya promosi dari media sosial, orang lihat-lihat karya saya lalu tertarik bikin, ‘nanya bisa gak buat ini?’ saya sanggupi, lalu dikerjakan,” kata Ikbal saat berbincang dengan Kompas.com di Sawarna, Senin, sebagaimana dilansir Kompas, Senin (26/10/2026).
Ketertarikan Ikbal terhadap seni ukir bermula ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Ia belajar membuat ukiran untuk perabot rumah tangga, seperti tempat tidur, kursi, dan lemari, dengan bimbingan ayahnya.
Setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) pada 2009, Ikbal sempat bekerja membuat pintu dan menjadi buruh. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan sebelum akhirnya ia lebih serius menekuni usaha kerajinan kayu.
Untuk meningkatkan keterampilannya, Ikbal belajar secara mandiri melalui YouTube. Ia mempelajari teknik pembuatan patung dari perajin luar negeri, termasuk yang berasal dari Rusia dan Vietnam. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan dalam pengerjaan berbagai produk sesuai kebutuhan pelanggan.
Usaha Iqbal Art kini tidak hanya menghasilkan kerajinan berukuran kecil, tetapi juga karya berukuran besar yang membutuhkan ketelitian dalam proses pembuatannya. Ragam produk itu memperlihatkan upaya Ikbal mengembangkan keterampilan tradisional menjadi usaha yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
Perjalanan Ikbal menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan, pembelajaran mandiri, dan pemanfaatan media sosial dapat membuka peluang usaha bagi perajin lokal. Dengan terus menjaga kualitas dan mengembangkan variasi produk, Iqbal Art berpeluang memperluas jangkauan pasarnya sekaligus memperkenalkan karya kerajinan dari Lebak kepada lebih banyak konsumen. []
Redaksi1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara