Desa Vietnam Ubah Sawah Berteras Jadi Magnet Wisata

PHÚ THỌ – Potensi pertanian dan kekayaan budaya masyarakat pedesaan menjadi modal utama pengembangan wisata berbasis komunitas di Miền Đồi, Komune Thượng Cốc, Provinsi Phú Thọ, Vietnam. Potensi tersebut diperkenalkan melalui Festival Sawah Berteras Miền Đồi 2026 yang berlangsung pada 25 Oktober 2026 dan menarik ribuan pengunjung.

Festival yang diselenggarakan Komite Rakyat Komune Thượng Cốc itu memadukan panorama sawah yang menguning menjelang panen dengan pertunjukan seni tradisional, permainan rakyat, kegiatan olahraga, serta pameran produk pertanian. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menghubungkan pelestarian warisan budaya dengan pengembangan pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua Komite Rakyat Komune Thượng Cốc, Bùi Mạnh Cường, mengatakan festival tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu yang membangun hamparan sawah berteras. Pemerintah setempat juga menjadikan pariwisata berbasis warisan budaya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan membangun destinasi yang khas, aman, serta ramah bagi pengunjung.

Daya tarik utama festival terletak pada hamparan sawah berteras berwarna keemasan yang membentang mengikuti kontur perbukitan. Lanskap tersebut berpadu dengan pegunungan, hutan, dan kehidupan tradisional masyarakat Mường, sehingga menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan keindahan alam dengan kehidupan masyarakat setempat.

Bagi pengunjung, festival ini menjadi kesempatan untuk menikmati suasana musim panen sekaligus mengenal karakter wilayah pedesaan Vietnam. Nguyễn Thu Trang, wisatawan dari Provinsi Quảng Ninh, datang bersama teman-temannya untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan hamparan sawah.

Ia mengaku terkesan dengan keindahan alam yang masih terjaga, hamparan padi keemasan di lereng bukit, serta udara yang sejuk. Rombongannya mengambil foto sebagai kenang-kenangan dan berharap dapat memperkenalkan destinasi tersebut kepada keluarga serta teman-teman mereka.

Selain menawarkan panorama alam, festival ini menempatkan tradisi pertanian masyarakat Mường sebagai bagian penting dari daya tarik wisata. Salah satu acara utamanya adalah upacara menyambut hasil panen baru, sebuah tradisi yang mencerminkan rasa syukur kepada alam, leluhur, dan kekuatan spiritual yang dipercaya berperan dalam keberhasilan panen.

Upacara tersebut juga mengandung harapan agar masyarakat memperoleh kehidupan yang makmur dan damai. Pelaksanaan tradisi ini memperlihatkan bagaimana kegiatan pertanian tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat pedesaan.

Festival turut menghadirkan permainan tradisional, pertunjukan kesenian rakyat, serta kegiatan bernyanyi dan menari bersama. Sejumlah pertunjukan musik tradisional, termasuk thường rang dan bộ mẹng, memperkenalkan kekayaan kehidupan spiritual masyarakat Mường sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk mewariskan tradisi kepada generasi muda.

Dari sisi ekonomi, stan produk pertanian dan produk unggulan lokal menjadi bagian penting dari penyelenggaraan festival. Pengunjung dapat melihat dan membeli berbagai produk khas Miền Đồi, termasuk produk yang dipasarkan melalui program Satu Komune Satu Produk (One Commune One Product atau OCOP).

Penggabungan promosi produk dengan kegiatan pariwisata diharapkan memperluas jangkauan pasar hasil pertanian setempat. Langkah tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal, meskipun besarnya peningkatan pendapatan dan dampak ekonomi festival belum dirinci dalam laporan.

Keberadaan sawah berteras menjadi gambaran hubungan panjang antara masyarakat, tanah, dan kegiatan bercocok tanam. Bentang alam tersebut bukan sekadar pemandangan, melainkan hasil kerja dan pengetahuan pertanian yang diwariskan lintas generasi.

Melalui Festival Sawah Berteras Miền Đồi 2026, masyarakat dan pemerintah setempat berupaya mengembangkan pariwisata yang tetap berpijak pada pelestarian alam, tradisi, serta produk lokal. Pengembangan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan pedesaan sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi kekuatan utamanya. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Sempat Ada Gesekan, Kades Cup 2026 Berakhir Tertib

PDF 📄BOGOR DESA NUSANTARA  – Turnamen sepak bola Kades Cup 2026 di Desa Tanjungsari, Kecamatan …

Polsek Klari Ajak Santri Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

PDF 📄Polsek Klari menyambangi para santri di Masjid Syeh Rahman, Karawang, untuk memperkuat komunikasi dengan …

Sebanyak 265 Manajer KDMP Siap Bertugas di Pasuruan

PDF 📄PASURUAN DESA NUSANTARA  – Omzet usaha ritel kebutuhan rumah tangga di gerai Koperasi Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *