Mahasiswa GIAT 17 UNNES memperkenalkan sistem pencatatan keuangan berbasis spreadsheet otomatis untuk membantu BUMDes Kawengen mengelola transaksi, memantau saldo, dan menyusun laporan secara lebih terstruktur.
SEMARANG DESA NUSANTARAÂ – Pencatatan keuangan yang lebih terstruktur menjadi fokus program mahasiswa GIAT 17 Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk mendukung transparansi pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur. Melalui program SMART BUMDes Kawengen, mahasiswa memperkenalkan sistem pencatatan berbasis lembar kerja digital yang dirancang untuk mempermudah pengurus memantau arus keuangan usaha desa.
Program bertajuk SMART BUMDes Kawengen: Sistem Manajemen Keuangan Berbasis Spreadsheet Otomatis ini dikembangkan untuk membantu pengurus mengelola administrasi keuangan secara lebih sistematis. Sistem tersebut dirancang untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, saldo, serta merangkum transaksi dalam satu format yang mudah dipantau.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah perhitungan saldo secara otomatis. Fitur tersebut diharapkan dapat mengurangi kesalahan akibat pencatatan manual sekaligus memudahkan pengurus menelusuri perubahan kondisi keuangan BUMDes.
Selain pencatatan transaksi, sistem ini menyediakan rekapitulasi pemasukan dan pengeluaran serta penyajian informasi keuangan yang lebih sederhana. Dengan data yang tersusun secara teratur, pengurus diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan usaha dan kebutuhan operasional.
Pemanfaatan teknologi digital dalam administrasi keuangan juga membuka peluang bagi pengelola BUMDes untuk melakukan evaluasi secara lebih terarah. Catatan transaksi yang konsisten dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun rencana usaha, menilai pengeluaran, dan menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Melalui program ini, mahasiswa GIAT 17 UNNES mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola usaha desa. Keberlanjutan sistem SMART BUMDes Kawengen akan bergantung pada konsistensi pengurus dalam memperbarui data, menjaga ketepatan pencatatan, serta memanfaatkan laporan keuangan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan keputusan. []
Redaksi1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara