Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi pengabdian dokter spesialis bedah saraf Heru yang pernah bertugas di Batu Ampar dan Karangan hingga Sangatta sebagai contoh dedikasi pelayanan kesehatan.
ADVERTORIALÂ – Perjalanan pengabdian dokter spesialis bedah saraf yang pernah bertugas di sejumlah wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat apresiasi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Penghargaan tersebut disampaikan saat membuka simposium kesehatan Sangatta Neuroscience Update di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (24/10/2026).
Dokter yang mendapat apresiasi tersebut adalah Heru, tenaga medis yang sebelumnya menjalankan tugas pelayanan kesehatan di Kecamatan Batu Ampar dan Karangan hingga kemudian bertugas di Sangatta.
Ardiansyah menilai perjalanan pengabdian Heru mencerminkan komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di wilayah yang dahulu memiliki keterbatasan akses.
“Beliau luar biasa setelah mulai dari Batu Ampar, kemudian Karangan, kemudian Sangatta. Itu nama-nama kecamatan kita yang dulu masih terpencil, tapi beliau tetap melakukan tugasnya. Alhamdulillah sampai saat ini beliau memiliki keahlian di bidang bedah saraf dan ini menunjukkan suatu kebanggaan juga bagi kita di Kutai Timur,” tutur Ardiansyah.
Menurut Ardiansyah, pengalaman bertugas di berbagai wilayah menjadi bagian penting dari pengabdian tenaga medis, terutama dalam menghadapi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang berbeda-beda.
Apresiasi tersebut disampaikan di tengah upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan spesialistik, khususnya penanganan stroke dan gangguan saraf.
Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah menyatakan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga telah memiliki kesiapan untuk menangani pasien dengan penyakit stroke dan gangguan saraf.
“Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan kepada masyarakat bahwa Rumah Sakit Kudungga kita telah siap untuk penanganan masalah stroke dan lain-lain,” ujar Ardiansyah.
Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan kemampuan fasilitas kesehatan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang lebih memadai di wilayahnya.
Selain mengapresiasi pengabdian tenaga medis, Ardiansyah menyambut kehadiran Asra bersama jajaran kolegium medis yang berpartisipasi dalam simposium kesehatan tersebut.
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim itu menjadi forum pertukaran pengetahuan antara dokter spesialis, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan penyakit saraf.
Simposium tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Wilayah VIII Herman, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), serta Kepala Dinkes Kutim.
Hadir pula Direktur RSUD Kudungga, Direktur RSUD Sangkulirang, Direktur RSUD Muara Bengkal, perwakilan rumah sakit swasta, dan jajaran manajemen perusahaan yang beroperasi di Kutim.
Kegiatan ini juga melibatkan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kutim, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), akademisi, dokter spesialis, perawat, serta pemerhati kesehatan.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Kutim berupaya memperkuat hubungan antara pengembangan keahlian tenaga medis dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ardiansyah mengingatkan bahwa pengabdian tenaga kesehatan memiliki nilai kemanusiaan yang tidak hanya diukur dari kemampuan profesional, tetapi juga dari kesungguhan dalam melayani masyarakat.
“Mari kita berikan yang terbaik kepada masyarakat kita, keluarga kita, dan tetangga kita. Akhirnya mari kita berikan yang terbaik untuk kemanusiaan, jasa inilah yang akan hidup selamanya,” pungkasnya.
Apresiasi terhadap pengabdian tenaga medis tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi tenaga kesehatan lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan profesional sekaligus mempertahankan komitmen pelayanan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan spesialistik di Kutim. []
Penulis: Hariyadi | Penyunting: Agus Riyanto
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara