DPMPTSP Kutim berencana menerbitkan kartu pengenal khusus wartawan dan memperkuat koordinasi dengan penyelenggara untuk mempermudah peliputan Kutim Expo 2027.
ADVERTORIALÂ – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana memperkuat keterbukaan informasi dan mempermudah akses peliputan wartawan pada penyelenggaraan Kutim Expo 2027. Salah satu langkah yang disiapkan ialah penerbitan kartu pengenal khusus bagi insan pers agar kegiatan jurnalistik di kawasan pameran dapat berlangsung lebih lancar.
Sekretaris DPMPTSP Kutim Akhmad Tarmiji mengatakan, peningkatan pelayanan terhadap wartawan menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan Kutim Expo 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga akan memperkuat koordinasi antara instansi penyelenggara, penyedia jasa acara, dan awak media sejak tahap persiapan kegiatan.
“Untuk ke depan, kami akan memperkuat koordinasi antara wartawan dan pihak DPMPTSP. Nanti kita akan duduk bareng bersama pihak EO juga agar saling mengenal dan alur kerja di lapangan semakin mulus,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Akhmad seusai menghadiri malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Akhmad, kartu pengenal atau identification card (ID card) khusus akan disiapkan untuk mendukung mobilitas wartawan ketika menjalankan tugas peliputan di seluruh area pameran.
“Tahun depan kita akan siapkan kartu pengenal khusus. Tujuannya jelas, agar teman-teman wartawan bisa lebih leluasa dan bebas bergerak saat meliput seluruh aktivitas di area pameran,” pungkas Akhmad.
Selain pembenahan koordinasi dengan insan pers, DPMPTSP Kutim juga memberikan perhatian terhadap keterlibatan penyedia jasa lokal dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Akhmad, yang mewakili Kepala Dinas (Kadis) PMPTSP Kutim Novian Prananta, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup kesempatan bagi penyelenggara acara atau event organizer (EO) lokal untuk berpartisipasi dalam Kutim Expo.
Namun, dalam penyelenggaraan Kutim Expo 2026, pihaknya memilih EO asal Samarinda karena dinilai memiliki pengalaman dan kesiapan teknis yang lebih sesuai dengan kebutuhan kegiatan.
“EO lokal itu sebenarnya kita buka semua. Namun, yang akhirnya memenuhi kualifikasi dan kriteria teknis adalah EO dari Samarinda, karena mereka dinilai sudah sangat berpengalaman dalam menangani kegiatan berskala besar seperti ini,” ujar Akhmad.
Ia menjelaskan, kepemilikan peralatan yang memadai menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan penyedia jasa. Persyaratan tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai kebutuhan teknis.
“Syarat utamanya adalah mereka memiliki peralatan sendiri yang memadai untuk mendukung seluruh rangkaian acara,” jelasnya.
Meski pelaksana utama berasal dari luar daerah, EO Samarinda tersebut tetap menjalin kerja sama dengan penyedia jasa lokal, terutama dalam pemenuhan perlengkapan dan kebutuhan operasional di lapangan.
Kolaborasi itu diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha bagi penyedia jasa setempat sekaligus meningkatkan pengalaman mereka dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Melalui pembenahan koordinasi, peningkatan akses peliputan, dan penguatan kerja sama dengan pelaku usaha lokal, DPMPTSP Kutim berharap penyelenggaraan Kutim Expo berikutnya semakin tertata, terbuka, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. []
Penulis: Hariyadi | Penyunting: Agus Riyanto
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara